Mabur.co – Untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi, Pemerintah berencana mengganti gas LPG tabung 3 kilogram dengan gas CGN.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan CGN dipilih sebagai alternatif pengganti LPG karena harganya yang lebih murah.
Compressed Natural Gas atau CNG sendiri merupakan gas alam yang dikompresi hingga tekanan tinggi, sekitar 200 hingga 250 bar, sehingga volumenya menjadi jauh lebih kecil dan mudah disimpan dalam tabung.
Berbeda dengan LPG yang berbentuk cair, CNG tetap dalam bentuk gas dan membutuhkan wadah bertekanan tinggi agar aman digunakan.
Menurut Bahlil, teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru. Selama ini, penggunaannya sudah diterapkan di berbagai sektor seperti perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada tabung berkapasitas besar, umumnya di atas 10 hingga 20 kilogram.
Pemerintah kini tengah mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang setara dengan LPG 3 kilogram.
Uji coba ini difokuskan pada aspek teknis, terutama terkait keamanan tabung yang harus mampu menahan tekanan tinggi gas.
“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” ujar Bahlil sebagaimana dikutip Antara, Selasa (5/5/2025).
CNG dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan LPG. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah di dalam negeri, karena bersumber dari gas alam.
Hal ini berbeda dengan LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor.
Selain itu, biaya distribusi CNG dinilai lebih rendah karena tidak memerlukan proses pencairan seperti LPG. Secara ekonomi, pemerintah memperkirakan harga CNG bisa sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG.
Pemerintah juga mencatat adanya potensi tambahan pasokan gas dari penemuan cadangan baru di Kalimantan Timur yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, termasuk sebagai sumber energi rumah tangga.
Meski demikian, skema implementasi CNG sebagai pengganti LPG masih dalam tahap kajian. Pemerintah tengah membahas berbagai aspek, termasuk kemungkinan pemberian subsidi serta mekanisme distribusi yang tepat.
Jika uji coba dinyatakan berhasil, pemerintah membuka peluang untuk melakukan konversi secara bertahap dari LPG ke CNG di sektor rumah tangga, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.



