Mabur.co- Ada yang beda pada perayaan Hari Raya Idulfitri pada 1955.
Sejarah mencatat, Lebaran Idulfitri tahun 1955 jatuh pada 22 Mei.
Perayaan hari Lebaran yang dinanti-nanti seluruh umat Islam setelah 30 hari lamanya berpuasa itu, ternyata tepat pada H-1 kelahiran Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tentu itu kebetulan. PKI berdiri pada 23 Mei 1920 yang diketuai oleh Semaun, bekas kawan kos Soekarno di rumah H.O.S Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.
Dilansir dari akun Instagram studisejarah, Harian Rakjat yang merupakan surat kabar resmi Partai Komunis Indonesia (PKI) rutin memuat ucapan selamat hari raya Idulfitri.
Ucapan biasanya disampaikan secara kolektif oleh Committe Central PKI atau tokoh pimpinan seperti Dipa Nusantara Aidit.
Ucapan ini umumnya diletakkan di halaman depan atau dalam kolom khusus iklan atau pengumuman penting pada edisi menjelang atau saat Lebaran.
Upaya PKI ini ditujukan untuk merangkul rakyat yang mayoritas muslim serta mengikis citra mereka yang sering dicap sebagai ateis dan antiagama.
Pada 1955, hari raya Idulfitri jatuh pada tanggal 22 Mei yang juga bertepatan dengan hari jadi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ke-35.
Dalam Harian Rakjat edisi 22 Mei 1955, setidaknya sebanyak 3 lembar halaman sesak dengan ucapan-ucapan selamat Idulfitri.
Tak ketinggalan, secara tertulis Komite Sentral (C.C.) PKI turut serta menyambut hari raya Idul Fitri tersebut.
Tertulis dengan jelas di salah satu kepala halaman dalam lembar koran yang jadi corong resmi partai tersebut:
Central Committe Partai Komunis Indonesia (P.K.I)
Mengutjapkan: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1374
KEPADA SEMUA RAKJAT INDONESIA JANG BERAGAMA ISLAM,
SEMOGA IDUL FITRI TAHUN INI MENGHIKMATI PERDJOANGAN RAKJAT INDONESIA UNTUK PERSATUAN, KEMERDEKAAN DAN PERDAMAIAN.



