Mabur.co – Memasuki pertengahan Maret 2026, para pengguna iPhone di seluruh dunia mendapatkan peringatan serius terkait ancaman keamanan siber terbaru.
Sebuah spyware canggih yang dijuluki DarkSword ditemukan tengah mengeksploitasi celah pada mesin peramban WebKit, yang berpotensi mencuri data sensitif hingga menguras dompet kripto pengguna.
Pembaruan tersebut meliputi iOS 16.7.15, iOS 15.8.7, iPadOS 16.7.15, dan iPadOS 15.8.7.
Menurut catatan rilis resmi Apple, update ini berisi patch keamanan penting yang direkomendasikan untuk segera diinstal oleh pengguna perangkat yang kompatibel.
Dalam peringatan resminya, dikutip dari Thehackernews, Sabtu (21/3/2026), Apple menyebut perangkat dengan versi iOS lama rentan terhadap serangan berbasis web menggunakan exploit kit seperti Coruna dan DarkSword.
Serangan ini memanfaatkan konten berbahaya untuk mencuri data sensitif dari perangkat korban.
“Sebagai contoh, apabila Anda menggunakan versi iOS lama dan mengeklik tautan berbahaya atau mengunjungi situs yang telah disusupi, data di iPhone Anda bisa berisiko dicuri,” tulis Apple dalam dokumen dukungan resminya.
Apple menegaskan, telah menyelidiki celah keamanan tersebut dan merilis pembaruan perangkat lunak untuk menutup kerentanan yang ada.
“Kami telah menyelidiki masalah ini secara menyeluruh saat ditemukan dan merilis pembaruan perangkat lunak secepat mungkin untuk versi sistem operasi terbaru guna mengatasi kerentanan dan menghentikan serangan tersebut,” lanjut Apple.
Pengguna yang sudah menggunakan iOS versi terbaru, mulai dari iOS 15 hingga iOS 26, disebut tidak perlu mengambil tindakan tambahan karena telah terlindungi dari celah keamanan tersebut.
Apple menegaskan bahwa memperbarui perangkat lunak merupakan langkah paling penting untuk menjaga keamanan perangkat.
“Menjaga perangkat lunak tetap terbaru adalah hal paling penting untuk melindungi produk Apple. Perangkat yang sudah diperbarui tidak terdampak oleh serangan ini,” tegas perusahaan asal Cupertino tersebut.



