Ini Dosa Indonesia pada Iran yang Membuat Kapal Pertamina Tak Diizinkan Melintasi Selat Hormuz - Mabur.co

Ini Dosa Indonesia pada Iran yang Membuat Kapal Pertamina Tak Diizinkan Melintasi Selat Hormuz 

Mabur.co – Pemerintah hingga kini masih kesulitan mengeluarkan kapal tanker pengangkut minyak milik Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz. 

Upaya lobi yang dilakukan pemerintah Indonesia kepada pemerintah Iran, nyatanya belum juga membuahkan hasil sedikit pun. 

Hal itu berbeda dengan sejumlah negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia serta Thailand yang sukses melobi Iran untuk mengizinkan kapal-kapal mereka melewati Selat Hormuz.

Lalu kenapa Indonesia sepertinya kesulitan melakukan lobi dengan Iran? Bukankah Iran termasuk salah satu sahabat Indonesa?

Direktur Institut Maritim Nasional, Siswanto Rusdi, mengungkapkan sejumlah alasan yang diduga menjadi penyebab kesulitan Indonesia melobi Iran. 

Dalam sebuah podcast bertajuk To The Poin yang diunggah di akun YouTube SINDOnews, Rusdi yang dikenal cukup dekat dengan petinggi Iran itupun membeberkan sejumlah ‘dosa’ Indonesia ke Iran. Apa sajakah itu?

1. Tidak memberikan pernyataan resmi

Siswanto Rusdi menyebut Indonesia dan Iran sebenarnya merupakan dua negara sahabat yang telah lama menjalin hubungan diplomatik sejak era tahun 1970-an. 

Namun saat ini, hubungan keduanya tidak sedekat dulu. Salah satu penyebabnya adalah karena Indonesia tidak menunjukkan kedekatan tersebut.

Salah satu indikatornya adalah saat Indonesia terlambat mengucapkan ucapan bela sungkawa terhadap Iran saat Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei wafat. 

Begitupun saat Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei dilantik. Indonesia juga tidak mengirimkan ucapkan selamat secara resmi. Hal ini berbeda dengan sejumlah negara lainnya yang langsung mengucapkan pernyataan resmi.

2. Melarang Iran hadir dalam MNEK 2025

Menurut Siswanto Rusdi, dosa kedua Indonesia terhadap Iran adalah saat Presiden Prabowo Subianto mendapat tekanan pihak luar, hingga menolak kehadiran Iran dalam Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 tahun 2025 yang digelar di Bali.

Padahal saat itu, sebanyak 38 negara hadir dan ikut berpartisipasi dalam MNEK 2025, dengan sekitar 19 hingga 36 kapal perang dari berbagai negara hadir untuk melakukan manuver bersama. Di antaranya seperti Rusia, Amerika Serikat, Cina, India, dan lain lain.

Menurut Rusdi, saat itu Iran sebenarnya sudah kirim 2 kapal perangnya yakni IRIS Dena dan IRIS Shahid Mahdavi.

Namun ditolak. Kapal inilah yang kemudian ditembak torpedo Amerika Serikat dan tenggelam saat hendak pulang dari India pada 4 Maret 2026 lalu.

3. Menangkap dan menahan kapal tanker Iran

Hingga saat ini Indonesia diketahui masih menahan satu kapal tanker milik Iran. Kapal itu adalah MT Arman 114 yang dirampas negara dan tengah dilelang oleh Kejaksaan Agung RI.

Kapal ini disita Bakamla RI karena diduga telah melakukan ship-to-ship ilegal dan pencemaran laut di Natuna Utara pada 2023. Kapal ini memuat 166.975 ton atau sekitar 1,2 juta barel minyak mentah. 

Kasus ini pun langsung memicu ketegangan diplomatik dengan Iran sampai saat ini. Pasalnya Iran menginginkan agar Indonesia melepaskan kapal tersebut.

4. Tidak mengirimkan utusan khusus

Hingga saat ini Indonesia tidak mengirimkan utusan khusus untuk melakukan upaya diplomasi kepada Iran guna mengizinkan kapal Indonesia bisa melewati Selat Hormuz. 

Pasalnya lobi-lobi atau diplomasi Indonesia hanya dilakukan oleh pihak KBRI yang berada di Iran. Hal inilah yang membuat Iran menganggap Indonesia tidak serius melakukan lobi. 

Mengingat sejumlah negara lain mengirimkan utusan khususnya dengan terbang langsung ke Iran untuk melakukan diplomasi atau juru runding. 

5. Terlalu dekat dengan Amerika Serikat 

Sejak bergabung dengan Board of Peace, Indonesia dinilai terlalu dekat atau condong kepada Amerika Serikat yang merupakan musuh utama Iran.

Presiden Prabowo bahkan beberapa kali juga menunjukkan kedekatannya dengan Presiden AS Donald Trump. Termasuk saat Prabowo dipuji oleh Donald Trump di depan umum.  

Hal ini dinilai semakin menjauhkan hubungan Indonesia dengan Iran. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *