Mabur.co– Paskah adalah puncak dari perayaan iman Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat-Nya di kayu salib.
Dalam tradisi Katolik, Paskah bukan hanya soal perayaan liturgi, tetapi juga proses refleksi dan pertobatan yang dimulai sejak masa Prapaskah.
Salah satu simbol paling kuat yang menandai masa ini adalah Abu, yang digunakan dalam perayaan Rabu Abu.
Abu melambangkan kerapuhan manusia dan mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sementara.
Simbol-simbol lain dalam Paskah seperti lilin Paskah, kain putih, dan telur Paskah juga memiliki makna mendalam yang sering luput dari perhatian umat, terutama kaum muda.
Pemahaman akan simbol ini penting agar umat bisa lebih menghayati makna sejati dari perayaan iman.
Telur dalam tradisi dan Hari Raya Paskah umat Kristiani sudah menjadi pemandangan yang lazim.
Oleh sebab itu, pertanyaan tentang “Kenapa Paskah identik dengan telur?” pun muncul.
Secara umum, ada simbol telur dan kelinci yang kini menjadi gambaran identik serta dianggap memiliki hubungan dengan peringatan Paskah.
Kedua simbol ini memiliki nilai historis yang panjang dalam perayaan tersebut.
Dari sejarah, telur dan kelinci akhirnya tidak dapat lepas dari Hari Raya Paskah.
Pasalnya, kedua unsur tersebut memiliki arti dan makna tertentu yang sekarang kerap dikaitkan dengan Yesus Kristus.
Melansir Britannica, Kamis (2/4/2026), pada masa pramodern dan pra-Kristen, telur sendiri menjadi simbol kesuburan dan pemulihan yang digunakan secara luas.
Di masa lampau, orang-orang pagan dari Eropa memandang telur sebagai simbol regenerasi yang terjadi pada musim semi.
Umat Kristen pada awalnya meminjam istilah tersebut untuk menggambarkan kehidupan baru pengikut Kristus yang setia.
Selain itu, telur juga menjadi simbol kebangkitan.
Sama halnya seperti Yesus yang bangkit dari kubur, telur tersebut melambangkan kehidupan baru yang muncul dari cangkang.
Dalam tradisi Ortodoks, umat akan mewarnai telur dengan cat merah untuk melambangkan darah yang ditumpahkan Yesus di kayu salib.
Berdasarkan sejarah tersebut, telur pun menjadi simbol dan makna yang berarti bagi Paskah hingga saat ini.
Telur Paskah kini berfungsi sebagai hadiah untuk anak-anak hingga orang dewasa.
Melansir jindesigns.com, hubungan kelinci dengan Paskah adalah hewan tersebut memiliki reproduksi yang berlimpah sehingga menjadi lambang kesuburan.
Berdasarkan sejarah, imigran Jerman memperkenalkan kelinci Paskah pertama kali ke Amerika sekitar tahun 1700-an silam.
Pada saat itu, ia membawa cerita tentang kelinci yang bertelur atau disebut Osterhase/Oster Haws.
Dalam cerita tersebut, kelinci Paskah akan mengeluarkan telur warna-warni untuk anak-anak.
Pada akhirnya, cerita tersebut menjadi inisiasi lahirnya hadiah-hadiah berupa telur coklat, permen, dan mainan yang identik dengan Paskah.
Akan tetapi, kaitan kelinci dengan Paskah ini tak tercantum dalam Alkitab.
Kelinci Paskah ini hanya menjadi simbol sekuler dari Hari Raya Paskah.
Menurut kepercayaan umat Kristiani di zaman itu, makna kelinci dalam Paskah yaitu simbol kuno kesuburan dan kehidupan baru.



