Peneliti Ungkap Misteri Migrasi Hiu Paus, Wilayah Indonesia Jadi Kunci - Mabur.co

Peneliti Ungkap Misteri Migrasi Hiu Paus, Wilayah Indonesia Jadi Kunci

Mabur.co – Para peneliti berhasil mengungkap sejumlah fakta tentang kehidupan Hiu Paus yang selama ini menjadi misteri. 

Siapa sangka, wilayah Indonesia ternyata menyimpan rahasia kehidupan hiu paus yang sangat langka dan hampir punah tersebut.

Dikutip Conservation.org, Jumat (22/5/2026), studi terbaru berhasil mengungkap bahwa spesies ikan terbesar di dunia itu diketahui memiliki pola migrasi yang sangat unik dan tidak menentu.

Berbeda dengan satwa migrasi lain yang cenderung mengikuti jalur tertentu, setiap hiu paus ternyata memiliki rute perjalanan masing-masing.

Kesimpulan ini pun menjadi jawaban atas upaya penelitian selama 10 tahun. Yakni dengan melacak lebih dari 70 hiu  menggunakan alat pemantau satelit. Penelitian dilakukan di kawasan perairan yang mencakup 13 negara dan wilayah laut lepas.

Ilmuwan kelautan Konservasi Indonesia sekaligus penulis utama penelitian, Iqbal Herwata, mengatakan temuan tersebut menjadi langkah penting untuk memahami perilaku hiu paus sekaligus menentukan strategi perlindungan yang lebih efektif.

“Hiu paus tidak mengikuti pola migrasi yang jelas seperti spesies lain. Baru sekarang kami mulai memahami perilaku mereka,” ujarnya.

Habitat Utama Hiu Laut

Dalam penelitian itu, wilayah Indonesia memiliki peran sangat penting. Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat dan Teluk Cenderawasih di Papua diketahui menjadi dua habitat utama hiu paus yang digunakan sepanjang tahun.

Kedua kawasan tersebut menyediakan lingkungan yang aman sekaligus kaya sumber makanan seperti plankton dan krill. Kondisi itu membuat hiu paus betah tinggal dalam waktu lama.

Namun ketika sumber makanan berkurang, sebagian hiu paus memilih meninggalkan teluk dan melakukan perjalanan jauh ke laut lepas. Para peneliti menduga ada sumber makanan tertentu di perairan terbuka yang membuat perjalanan berisiko itu tetap dilakukan.

Menariknya, setiap hiu paus menunjukkan perilaku berbeda. Ada yang menetap di teluk selama bertahun-tahun, tetapi ada pula yang berenang hingga ribuan kilometer melintasi batas negara.

Penelitian juga menemukan bahwa hiu paus dewasa, terutama jantan, lebih sering menghabiskan waktu di laut lepas yang minim perlindungan hukum. Mereka biasanya bergerak di sekitar gunung bawah laut dan ngarai laut dalam yang kaya sumber makanan.

Selain itu, studi ini mengungkap kemungkinan baru bahwa Teluk Saleh menjadi habitat tempat melahirkan dan membesarkan anak hiu paus pertama yang pernah teridentifikasi di dunia.

Tim peneliti sebelumnya menemukan bayi hiu paus berusia beberapa bulan di kawasan tersebut. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa perairan Indonesia memiliki peran penting dalam siklus hidup spesies langka tersebut.

Meski demikian, hiu paus masih menghadapi ancaman serius. Dalam 120 tahun terakhir, populasi hiu paus Indo-Pasifik diperkirakan menurun hingga 79 persen akibat tabrakan kapal, tangkapan sampingan, hingga perburuan ilegal.

Karena sebagian besar habitat hiu paus berada di laut lepas dan melintasi banyak negara, para peneliti menilai upaya konservasi tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam perlindungan hiu paus dunia karena menjadi jalur penting migrasi sekaligus habitat utama spesies tersebut.

“Melindungi hiu paus tidak cukup hanya di satu wilayah. Dibutuhkan kerja sama lintas negara karena hewan ini tidak mengenal batas negara,” kata Iqbal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *