Mabur.co – Tato adalah “seni visual” yang terletak di bagian kulit manusia. Pemasangan tato biasanya menggunakan jarum dan pigmen, yang dapat mengubah tubuh jadi kanvas hidup.
Biasanya tato adalah bentuk pengungkapan kasih sayang seseorang terhadap individu tertentu, pencapaian tertentu, atau momen-momen spesial yang tak akan bisa terlupakan, dan seterusnya.
Sebagai bentuk seni yang terpasang di tubuh, tato menggabungkan teknik artistik (realisme, tradisional, abstrak) dengan ekspresi diri, makna budaya, dan keahlian tinggi. Bahkan tato telah diakui sebagai salah satu bentuk seni rupa dan juga fashion.
Namun, di balik keindahannya, serta makna mendalam yang terkandung dalam setiap lukisan tato, tersimpan bahaya yang sangat besar, terutama untuk tato yang sifatnya permanen.
Tato permanen bisa merusak kulit secara perlahan-lahan, serta menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Meskipun tato pada dasarnya adalah “menggambar objek di area kulit”, namun ternyata implikasinya tidaklah sesederhana itu.
Dan sayangnya, banyak orang bertato yang juga tidak mengetahui bahaya yang ditimbulkan, khususnya untuk tato yang bersifat permanen. Mereka hanya senang dengan gambar-gambar menarik yang ada di tubuh mereka, tanpa benar-benar memperhatikan kesehatan kulit maupun tubuh mereka sendiri.
Dilansir dari laman Alodokter, Senin (6/4/2026), berikut adalah beberapa risiko yang dapat ditimbulkan, ketika seseorang memasang tato di tubuhnya secara permanen.
1. Infeksi Kulit
Kulit yang terluka selama proses pemasangan tato dapat memicu bakteri seperti Staphylococcus atau Streptococcus. Bakteri ini dapat menyebabkan ruam, nanah, sensasi panas, hingga demam.
2. Reaksi Alergi Tinta
Tinta tato, terutama warna cerah seperti merah, kuning, atau hijau, dapat menyebabkan ruam gatal dan peradangan yang bisa muncul bahkan bertahun-tahun setelah tato dibuat.
3. Jaringan Parut (Keloid/Granuloma)
Pada beberapa orang, kulit dapat merespons tinta sebagai benda asing. Hal itu kemudian dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan parut menjadi berlebihan (keloid) atau benjolan peradangan yang disebut granuloma.
4. Risiko Penyakit Darah
Jika jarum yang digunakan untuk memasang tato tidak steril, hal itu berpotensi menularkan penyakit serius seperti HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C.
5. Gangguan Kesehatan Jangka Panjang
Tinta tato lambat laun dapat bermigrasi ke kelenjar getah bening. Selain itu, tato dapat menutupi tanda-tanda terjadinya kanker pada kulit (yang umum dialami oleh orang bertato), sehingga menyulitkan deteksi dini oleh dokter.
6. Komplikasi MRI
Pemasangan logam dalam tinta tato dapat menyebabkan sensasi panas, terbakar, atau bengkak pada kulit, saat menjalani pemeriksaan MRI.
***
Untuk dapat mengatasi berbagai risiko kesehatan di atas, ada beberapa tips sederhana yang bisa Anda coba, setidaknya untuk mengurangi dampaknya menjadi lebih parah.
Tips Pencegahan:
- Pastikan seniman tato menggunakan jarum baru dan steril.
- Pastikan studio tato memiliki izin dan menjaga kebersihan (higienis).
- Rawat kulit dengan hati-hati setelah selesai ditato, seperti rutin mencuci area tato dengan sabun antibakteri, serta menjaga kelembapannya.
***
Memang tidak ada salahnya melukis tubuh dengan visual yang menarik dan penuh makna. Namun Anda juga perlu memperhatikan dampaknya bagi kesehatan kulit maupun tubuh, khususnya secara jangka panjang.
Akan sangat lucu jadinya, apabila visual yang begitu indah dan bermakna di tubuh Anda, justru berpotensi merusak diri Anda sendiri.
Tentu saja Anda tidak pernah berharap bahwa memasang tato akan mengakhiri hidup Anda, bukan? (*)



