Apakah Deforestasi di Papua Benar-benar untuk Ketahanan Pangan dan Energi? - Mabur.co

Apakah Deforestasi di Papua Benar-benar untuk Ketahanan Pangan dan Energi?

Mabur.co – Pemerintah selama ini mengklaim bahwa tindakan deforestasi di Papua bertujuan untuk mewujudkan iklim ketahanan pangan dan energi secara nasional. Sekaligus merealisasikan impian swasembada pangan dan energi, sehingga tidak perlu lagi tergantung dengan bantuan dari negara “antek-antek asing”.

Namun bagi sutradara film ‘Pesta Babi’, Dandhy Dwi Laksono, yang kebetulan juga mengangkat isu deforestasi di Papua, klaim tersebut sebetulnya hanyalah omon-omon dan manipulasi dari negara.

Dandhy bahkan berani menantang pemerintah, termasuk Presiden Prabowo sendiri, jika memang deforestasi ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi, sertakan bukti atau data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan kemudian membalasnya dengan aksi represif, kriminalisasi, diteror (doxing) secara digital, disiram air keras, produksi videonya di-take down atau dibredel, dan seterusnya.

Karena film ini sudah mencuplik dengan begitu jelas, bahwa semua klaim itu tidak masuk akal, dan hanya narasi sesat yang dibuat oleh pemerintah, untuk melegalkan aksi ini demi memperkaya pribadi dan kroninya Presiden Prabowo.

“Katakanlah Prabowo bilang ini (deforestasi hutan di Papua) untuk kemandirian energi, gitu. Itu kan isu populis, gitu ya. Daripada kita mengandalkan BBM fosil dan sebagainya, kita mending bikin BBM dari nabati, bioetanol, dan buka hutan, itu legit, gitu. Tapi di film ini kami tunjukkan bahwa (narasi pemerintah itu) nggak masuk akal. Lu (pemerintah) buka hutan, sumber pangan, untuk lu jadiin bahan bakar yang dibakar di jalanan hanya untuk macet. Karena sistem transportasi kita (masih) nggak berubah.

Kan hanya mengubah fosil dari kendaraan pribadi ke BBM nabati, untuk kendaraan yang sama, jadi konsumsi (BBM-nya) akan tetap gede. Dan itu dikonversi dari lahan yang seharusnya lu tanam pangan. Sehingga nggak masuk akal kalau lu buka hutan, mengalihkan tanaman pangan jadi tanaman energi, sementara konsumsi energinya (masih) abusif banget,” ucap Dandhy Dwi Laksono dalam konten Bocor Alus Politik, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Tempodotco, Sabtu (16/5/2026).

Deforestasi Singkirkan Orang Papua

Dandhy menambahkan, meski narasi tujuan yang disampaikan pemerintah tampak begitu mulia, namun aksi deforestasi ini akan memiliki dampak yang jauh lebih luas (dalam konteks negatif), apabila tidak dihentikan sesegera mungkin.

“Jadi (aksi deforestasi ini) menghabisi hutan Papua, menyingkirkan orang Papua, hanya untuk dibakar, dan jadi macet di jalanan. Inilah yang sebenarnya terjadi dengan narasi kemandirian energi tadi,” tambah Dandhy.

Menurut Dandhy, jika pemerintah benar-benar serius menyiapkan sumber ketahanan energi alternatif baru di masa depan, mereka bisa memperbaiki sistem transportasinya terlebih dahulu, agar konsumsi energi per kapita bisa diturunkan ke angka yang seminimal mungkin.

Sehingga ke depan tidak perlu lagi ada gangguan polusi udara, gangguan pernapasan (akibat polusi udara itu tadi), kepulan asap di mana-mana, hingga kemacetan di sejumlah titik jalan besar, yang bisa berujung kecelakaan hingga kehilangan nyawa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *