Laporan Tak Direspons Polisi, Warga Panipahan Gerebek Lokasi Transaksi Narkoba - Mabur.co

Laporan Tak Direspons Polisi, Warga Panipahan Gerebek Lokasi Transaksi Narkoba 

Mabur.co – Ratusan warga termasuk ibu-ibu hingga anak-anak di desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menggelar aksi penggerebekan terhadap sejumlah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.

Penggerebekan oleh warga yang terjadi pada Selasa (14/04/2026) ini didasari atas rasa geram serta kemarahan  mereka, lantaran pihak aparat Kepolisian tak kunjung merespons keresahan masyarakat atas maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka.

Berita ini pun viral setelah sejumlah warga merekam aksi mereka dan membagikannya ke media sosial.

Tak sedkit warganet yang mendukung aksi warga Panipahan yang dimotori oleh sejumlah ibu-ibu itu sekaligus juga mengkritik kinerja aparat penegak hukum setempat. 

Dalam sejumlah video yang beredar, nampak sejumlah warga secara beramai-ramai menggerebek salah satu rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu.

Terlihat sejumlah aparat baik Polisi maupun Anggota TNI yang turut mengawal aksi warga.

Dari lokasi itu, warga nampak menemukan sejumlah barang bukti berupa paket sabu dan alat hisap (bong) yang disimpan di dalam dompet.

Warga yang marah pun lantas meminta pihak aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku pengedar sabu termasuk si bandar.

Salah satu warga dalam video menegaskan bahwa tindakan mereka itu dilatarbelakangi keresahan mendalam karena banyak generasi muda di desa mereka yang rusak akibat narkoba, sementara penindakan dinilai minim.

Berdasarkan penelusuran, ternyata aksi warga Panipahan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada Jumat (10/04/2026) lalu, warga juga melakukan penggerebekan serupa di lokasi berbeda.

Mereka nampak melempari sebuah rumah bertingkat dengan batu. Tak hanya itu aksi tersebut juga berujung pada perusakan dan pembakaran rumah yang disebut milik sang bandar narkoba.

Dikutip dari berbagai sumber, akibat aksi massa ini dua orang pejabat Kepolisian yakni Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim Rokan Hilir bahkan langsung dicopot dari jabatannya sebagai bentuk evaluasi atas penanganan situasi di lapangan.

Kapolsek Panipahan yang baru, Iptu Subiarto Tampubolon, menyatakan bahwa kondisi wilayah saat ini mulai berangsur kondusif meski masih terdapat potensi aksi lanjutan dari masyarakat. 

Ia mengakui masih ada tuntutan warga yang belum terpenuhi, terutama terkait penyegelan rumah yang diduga terkait jaringan narkoba.

Polisi mencatat hingga saat ini sudah ada delapan rumah yang disegel karena diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Sementara itu, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan akibat aksi massa sebelumnya.

Merespons situasi tersebut, sebagaimana dikutip Tempo.co, pihak Polda Riau juga langsung mengambil langkah cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antinarkoba.

Pembentukan satgas ini dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat sekaligus memperkuat penanganan kasus narkotika di wilayah tersebut.

Wakapolda Riau Brigadir Jenderal Hengki Haryadi menyatakan bahwa persoalan narkoba di Panipahan tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga berdampak luas terhadap kondisi sosial dan masa depan generasi muda. Karena itu, penanganan kasus ini pun  harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, satgas yang dibentuk ini nantinya tidak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga mencakup pengawasan internal serta evaluasi kinerja aparat di lapangan. 

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah dalam penanganan kasus serta menjamin setiap tindakan dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *