Mabur.co – Jajaran kepolisian Polres Maluku Tenggara mengungkap motif aksi penikaman brutal yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Minggu pagi.
Diduga kuat aksi brutal yang dilakukan di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra saat siang bolong itu terjadi akibat kedua pelaku merasa dendam dengan korban sehingga nekat menghabisinya.
Dikutip dari rakyatmaluku.fajar.co.id, Senin (20/4/2026), Kasi Humas Polres Malra, IPDA Wandi Puasa, mengungkapkan motif tersebut setelah pihaknya berhasil mengamankan kedua pelaku masing-masing inisial HR dan FU beberapa jam setelah kejadian.
Berdasarkan keterangan yang didapat kedua pelaku merasa dendam dengan korban Nus Kei yang diduga merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka berinisial FW yang tewas pada tahun 2020 silam di kawasan Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi, Jakarta.
“Motif sementara yang didalami adalah kedua terduga pelaku dendam karena korban Nus Kei diduga sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka berinisial FW,” ungkap IPDA Wandi, saat dikonfirmasi awak media.
Lebih lanjut Wandi menjelaskan, bahwa aksi pembunuhan itu telah direncanakan sejak pagi hari. Kedua pelaku sudah menunggu kedatangan korban di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra.
“Sekitar pukul 09.00 WIT, kedua terduga pelaku menuju Bandara Karel Sadsuitubun menggunakan motor Bison hitam dan menunggu korban Nus Kei yang baru tiba dengan Pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura Ambon,” ujarnya.
Setelah tiba dan keluar dari pintu bandara, kedua pelaku langsung menikam korban berulang kali. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sedikitnya empat luka tusuk, masing-masing di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
“Kita berhasil mengamankan badang bukti berupa alat yang digunakan kedua terduga pelaku yaitu pisau. Barang bukti tersebut dibuang d isekitar TKP,” jelasnya.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku yang hendak melarikan diri sebenarnya sempat dihadang keluarga korban yang datang untuk menjemput. Pelaku bahkan sempat adu pukul dengan keluarga korban.
Namun karena salah seorang pelaku adalah atlet MMA atau tarung bebas, meski telah didekap dan dibanting ke tanah, pelaku tetap bisa kabur menggunakan sepeda motor setelah melakukan perlawanan.
“Korban Nus Kei juga sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara. Kemudian korban dibawa ke RSU Karel Sadsuitubun guna penanganan medis. Namun sekitar pukul 11.44 Wit, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital,” terangnya.
Meski telah menangkap kedua pelaku, polisi masih terus melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus ini. Termasuk memburu kemungkinan adanya pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi terencana ini.



