Seorang Menteri Kabinet Merah Putih Luncurkan Antologi Puisi, Seperti Apa Isinya?

3 Min Read
Book cover: Dreams I Keep, A Collection of Poems 1983-1991 by Fadli Zon, featuring a pencil sketch of a child with glasses.
Antologi puisi yang diterbitkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Seorang menteri kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran baru saja meluncurkan antologi puisi berjudul Mimpi-Mimpi yang Kupelihara. 

Buku kumpulan puisi yang ditulis sejak masa remaja hingga awal kuliah, tepatnya periode tahun 1983–1991, ini diterbitkan tepat di usia ke-55 sang Menteri. 

Tak main-main, buku antologi puisi ini bahkan diterbitkan dalam dua edisi bahasa sekaligus, yakni Indonesia dan Inggris dengan judul Dreams I Keep: A Collection of Poems, 1983–1991.

Penerbitnya pun bukan sembarangan, yakni diterbitkan langsung oleh Horison bekerja sama dengan Fadli Zon Library. 

Ya, tak lain sosok menteri tersebut adalah Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI yang juga seorang mantan aktivis sekaligus politikus senior di negeri ini.

Tonggak Perjalanan Kreatif

Tak sekedar antologi puisi, terbitnya buku ini sekaligus menandai tonggak penting perjalanan kreatif sang menteri di dunia sastra dan kepenyairan di Indonesia.

Dikutip dari rilis resmi Kementerian Kebudayaan yang diterima Mabur.co, Rabu (3/6/2026), malam, puisi-puisi dalam buku ini banyak berbicara tentang pengalaman masa kecil, kegelisahan intelektual, alam, hingga refleksi sosial yang membentuk cara pandang penulis terhadap kehidupan. 

Melalui karya-karya puisi di dalam antologi ini, pembaca diajak melihat sisi personal sosok sang menteri yang jarang muncul di ruang publik.

Dalam keterangannya, Fadli Zon sendiri menyebut bahwa puisi merupakan medium penting untuk merekam pengalaman batin dan realitas sosial secara lebih manusiawi.

“Puisi adalah medium sastra yang penting karena mampu menangkap hal-hal yang sering kali luput dari bahasa sehari-hari. Melalui puisi, kita dapat merekam pengalaman batin, menyampaikan harapan, kegelisahan, bahkan kritik sosial dengan cara yang lebih reflektif dan manusiawi,” ujarnya.

Proses Pembentukan Pemikiran Sejak Muda

Ia menjelaskan, antologi ini bukan sekadar kumpulan puisi karya lama, melainkan dokumentasi perjalanan hidup dan proses pembentukan pemikiran sejak usia muda. 

Karena itu, ia berharap buku tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra dan menjadikan menulis sebagai ruang refleksi diri.

Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem sastra nasional melalui dukungan terhadap penulis, komunitas literasi, penerbit, dan ruang-ruang kreatif. 

Menurutnya, sastra memiliki peran penting dalam merawat bahasa, merekam perjalanan zaman, sekaligus memperkaya perspektif kebangsaan.

“Puisi dan sastra merupakan bagian penting dari kebudayaan kita. Melalui sastra, kita merawat bahasa, merekam perjalanan zaman, dan memperkaya perspektif kebangsaan. Karena itu, penguatan ekosistem sastra harus menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Lewat peluncuran buku ini Fadli Zon pun berharap semakin tumbuh minat baca, apresiasi sastra, dan semangat berkarya di kalangan generasi muda Indonesia, di masa mendatang. 

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment