Mabur.co – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku sudah menghitung matang-matang alasan di balik tidak menaikkan harga BBM untuk subsidi.
Menurut Purbaya, menaikkan harga BBM subsidi sama saja dengan menggerus daya beli masyarakat secara keseluruhan. Karena hal itu sudah pasti akan mendorong kenaikan harga-harga bahan pokok lainnya.
“Kalau kita lepas harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya akan naik tinggi. (Akibatnya) daya beli akan tergerus, ekonomi akan melambat secara signifikan. Itulah alasan mengapa kita menahan sebagian subsidi BBM. Jadi itu ada hitungannya, bukannya (saya) sok-sok jago,” ucap Purbaya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube METRO TV, Senin (4/5/2026).
Purbaya menambahkan, pemerintah sejatinya masih bisa mengambil langkah populer dengan menaikkan harga BBM bersubsidi seperti yang sudah dilakukan oleh negara-negara tetangga.
Namun hal itu akan berisiko meningkatkan laju inflasi, yang pada akhirnya juga akan melemahkan daya beli masyarakat. Sehingga ujung-ujungnya juga ikut melemahkan tingkat ekonomi nasional.
“Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus (untuk diterapkan). (Apakah) kita subsidi (BBM) (harga tidak dinaikkan seperti saat ini), atau kita ambil subsidinya (dengan menaikkan harga), Uang saya (pemerintah) banyak, terus saya belanjain (untuk bayar hutang). Tapi ntar ekonominya runtuh, dan susah untuk dikendalikan,” tambah Purbaya.
Perhitungan itu, menurut Purbaya, didasarkan pada pengalamannya selama 25 tahun menjadi seorang ekonom di berbagai tempat, khususnya terkait pengaruh harga minyak dunia terhadap stabilitas ekonomi nasional, serta bagaimana cara mengantisipasinya, dan seterusnya. (*)


