Jelang Iduladha, Sapi Bali Laris di Pasaran - Mabur.co

Jelang Iduladha, Sapi Bali Laris di Pasaran

Mabur.co –  Permintaan sapi Bali di Kabupaten Kulon Progo diketahui mengalami lonjakan cukup signifikan di momen menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini.

Peningkatan permintaan ini dipicu minimnya stok sapi lokal Jawa dan sapi limosin akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang beberapa waktu lalu. 

Salah satu pedagang sapi Bali yang merasakan peningkatan permintaan adalah Oris Dwi Haryanto, pemilik Wasilah Farm di wilayah Nagung, Panjatan, Kulon Progo. 

Ia mengaku mengalami peningkatan penjualan sapi Bali hingga mencapai 80 sampai 90 persen di tahun 2026 ini. 

Dwi mengatakan, pada Iduladha tahun lalu dirinya hanya mampu menjual sekitar 115 ekor sapi Bali.

Namun tahun ini, meski masih sekitar dua pekan sebelum Hari Raya Iduladha, jumlah penjualan sudah menembus 215 ekor. 

“Saya sudah mulai jualan sejak 10 hari sebelum Iduladha. Alhamdulillah saat ini sudah terjual 215 ekor. Mayoritas pembeli adalah panitia penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid,” ujarnya kepada mabur.co, Rabu (13/5/2026). 

Saking tingginya permintaan di tahun ini bahkan membuat dirinya harus kembali mendatangkan tambahan sekitar 25 ekor sapi Bali dalam waktu dekat guna memenuhi kebutuhan pembeli.

“Karena stok sudah habis, saya harus datangkan lagi sekitar 25 ekor sapi,” ungkapnya. 

Menurut Dwi, meningkatnya minat masyarakat terhadap sapi Bali tidak lepas dari minimnya stok sapi lokal Jawa maupun sapi limosin di Kulon Progo saat ini.

Kondisi itu terjadi sebagai dampak munculnya  wabah PMK beberapa waktu lalu sehingga membuat banyak peternak memilih menjual ternaknya karena khawatir sapi mereka tertular penyakit.

“Saat ini stok sapi di Kulon Progo memang sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Semua jenis sapi berkurang. Sehingga memang permintaan sapi dari Bali meningkat,” katanya.

Selain stok yang terbatas, harga sapi Bali yang relatif lebih terjangkau dibanding jenis sapi lainnya juga menjadi alasan masyarakat beralih memilih sapi Bali sebagai hewan kurban. 

Saat ini harga sapi Bali berkisar antara Rp16 juta hingga Rp25 juta per ekor, atau sekitar Rp70 ribu per kilogram bobot hidup. Harga tersebut terpantau masih stabil dan belum mengalami kenaikan berarti sejak tahun 2023 lalu.

Meski permintaan meningkat tajam, Dwi memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan bebas penyakit. 

Untuk menjamin kualitas hewan kurban, setiap sapi yang didatangkan telah melalui tiga tahap pemeriksaan, mulai dari Dinas Kesehatan Hewan Bali, Balai Karantina, hingga Dinas Pertanian.

Seluruh sapi juga dipastikan telah lolos uji laboratorium dan bebas dari berbagai penyakit hewan menular seperti Jembrana, LSD, maupun PMK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *