Mabur.co – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa pihaknya berencana menggelar ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), menyusul kontroversi yang terjadi dalam pelaksanaan sebelumnya pada akhir pekan lalu.
Namun bagi SMA N 1 Pontianak, sebagai peserta LCC yang paling dirugikan dalam peristiwa ini, menolak wacana dari MPR tersebut, dan menyatakan telah menghormati hasil dari LCC sebelumnya, yang dimenangkan oleh SMA N 1 Sambas. Sehingga SMA N 1 Sambas lah yang berhak mewakili provinsi Kalbar ke kompetisi LCC di tingkat nasional.
“SMA N 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang akan diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI, dan menghormati hasil lomba (cerdas cermat) yang telah ditetapkan (dalam pelaksanaan sebelumnya yang menjadi viral), dan menyatakan dukungan penuh kepada SMA N 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC Empat Pilar tingkat nasional,” tulis pernyataan SMA N 1 Pontianak di akun Instagram resmi sekolah @smansaptk.informasi, sebagaiman dilansir dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (14/5/2026).
Protes yang dilakukan oleh pihak SMA N 1 Pontianak juga sama sekali tidak bermaksud untuk menganulir hasil lomba yang yang kemudian menjadi viral tersebut, melainkan hanya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari panitia lomba, terkait keputusan juri yang dianggap memberatkan regu mereka selama perlombaan berlangsung.
“Sejak awal, SMA N 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba (ketika melakukan protes), melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan (mengenai jawaban Josepha Alexandra yang dianggap salah oleh juri dan diberi nilai -5),” tambah bunyi pernyataan tertulis tersebut.
SMA N 1 Pontianak juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, serta turut mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, serta menjunjung tinggi nilai persatuan. (*)




