Jadi Bahan Taruhan di Polymarket, Isu Prabowo Mundur Mirip Joe Biden - Mabur.co

Jadi Bahan Taruhan di Polymarket, Isu Prabowo Mundur Mirip Joe Biden

Mabur.co– Sebuah pasar prediksi kripto tiba-tiba menyulut perbincangan panas.

Bukan soal harga aset digital, melainkan masa jabatan presiden Indonesia. Nama Prabowo Subianto muncul dalam sebuah taruhan yang kini ramai diperbincangkan.  

Platform Polymarket membuka  market bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” pada Rabu (20/5/2026).

Sekilas, ini tampak seperti taruhan biasa. Namun, konteksnya membuatnya viral.

Taruhan Pengguna Market

Dalam market tersebut, pengguna bisa bertaruh apakah Prabowo akan berhenti menjabat sebelum tanggal tertentu di 2026.

Pilihannya sederhana: “Yes” atau “No”. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada spekulasi besar yang ikut bermain.

Data menunjukkan probabilitas yang kecil untuk skenario “Yes”. Hingga akhir Mei, peluangnya hanya 2 persen.

Untuk Juni naik ke 5 persen. Sementara 31 Desember 2026, angkanya berada di 25 persen. Artinya, mayoritas pasar yakin Prabowo tetap menjabat.

Dilansir Tribunnews.com, Kamis (21/5/2026), fenomena seorang pemimpin negara yang dijadikan sebagai objek taruhan di Polymarket  sebenarnya bukan hal baru. 

Kasus yang jauh lebih masif dan menghebohkan pernah menimpa para pemimpin dunia termasuk di Amerika Serikat.

Salah satu momen paling bersejarah di platform ini terjadi pada pertengahan tahun 2024 yang lalu.

Saat itu, Polymarket  membuka kontrak taruhan apakah Presiden AS saat itu, Joe Biden  akan mundur dari pencalonan Pilpres 2024 setelah penampilannya yang dinilai kurang prima dalam debat televisi melawan Donald Trump.

Angka probabilitas Biden untuk mundur melonjak tajam dari yang awalnya hanya 20 persen langsung meroket hingga ke angka 55?Bahkan menyentuh 70 persen.

Perputaran uang di pasar taruhan Pilpres AS kala itu tidak main-main karena nominalnya mencapai ratusan juta dolar AS. 

Ketika Joe Biden akhirnya benar-benar mengumumkan mundur, pasar prediksi ini mendadak viral karena terbukti membaca situasi lebih cepat daripada prediksi para pengamat politik tradisional di televisi.

Tidak berhenti di situ, memasuki tahun 2026, dinamika taruhan politik di platform ini kian menggila di bawah pemerintahan Donald Trump.

Bahkan baru-baru ini, ketika terjadi ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat melawan Iran, Polymarket  juga menggelar bursa taruhan senilai ratusan ribu dolar terkait waktu pengumuman gencatan senjata oleh Gedung Putih terhadap Teheran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *