Tiga Bulan Dikritik Habis-habisan, Prabowo dan MBG Semakin Parah - Mabur.co

Tiga Bulan Dikritik Habis-habisan, Prabowo dan MBG Semakin Parah

Mabur.co – Mantan Ketua BEM UGM periode 2025-26 dari fakultas Filsafat, Tiyo Ardianto, sempat membuat heboh jagad media sosial dengan menyebut Prabowo Subianto sebagai “Presiden yang bodoh”, serta berani memplesetkan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan sebutan “Maling Berkedok Gizi”, pada awal Februari lalu.

Dua frasa itu terus ia gaungkan ke berbagai forum yang dihadirinya, sambil mengenakan kaos hitam bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” kemana pun ia pergi atau mengisi suatu acara.

Tiga Bulan Tanpa Perubahan

Kini, setelah kurang lebih tiga bulan sejak keviralannya tersebut, Tiyo justru merasa tidak ada sedikit pun perubahan signifikan dari dua objek yang dimaksud, baik Presiden Prabowo beserta program MBG-nya.

Bahkan menurut Tiyo, setelah tiga bulan berlalu, situasinya justru menjadi semakin parah, dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan sama sekali.

“Nggak ada perubahan lebih baik (setelah dikritik tiga bulan lalu), justru jadi semakin buruk. Contohnya apa? Kemarin ketika kampus dipaksa untuk mengelola MBG. Lah kampus itu kan kerjaannya ngajar, meneliti, dan mengabdi, kok (malah) diminta ngurus MBG? Itu kan karena kekuasaan hari ini nggak mau belajar. Jadi menurut saya, setelah tiga bulan saya berbicara soal MBG, itu tidak (berubah jadi) lebih baik, justru (menjadi) lebih buruk,” ucap Tiyo Ardianto saat ditemui mabur.co setelah mengisi acara Konferensi “Bangunlah Kekuatan Politik Anak Muda”, yang berlangsung di Selasar Barat Fisipol UGM, belum lama ini.

Setelah melihat berbagai fakta yang terjadi pada MBG, baik sebelum Tiyo bersuara maupun tiga bulan selanjutnya setelah bersuara, hingga menyebarkan kaos “Maling Berkedok Gizi” kemana-mana, Tiyo pun berkesimpulan bahwa program MBG secara total sudah tidak bisa lagi dipertahankan, apalagi jika kemudian masuk ke ranah akademik seperti kampus.

“Saya bukan nggak setuju MBG masuk kampus, saya sudah nggak setuju dengan program MBG-nya. Jadi jangankan masuk kampus, MBG-nya saja saya nggak setuju,” tambah Tiyo.

Meski kritiknya yang kemudian viral tersebut masih belum membuahkan hasil (untuk mengubah Prabowo dan program MBG-nya menjadi lebih baik), Tiyo tetap berkomitmen akan meneruskan perjuangannya untuk bersuara tentang pemerintah maupun siapa saja yang berkuasa secara dzalim pada saat ini, guna menciptakan Indonesia yang benar-benar sesuai dengan prinsip reformasi, maupun cita-cita para pendiri bangsa terdahulu.

Sekalipun saat ini Tiyo sudah berstatus purna sebagai Ketua BEM-KM UGM. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *