Tiyo Ardianto: Bukan Saiful Mujani, Pemerintahlah yang Sebenarnya Makar - Mabur.co

Tiyo Ardianto: Bukan Saiful Mujani, Pemerintahlah yang Sebenarnya Makar

Mabur.co – Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, turut mengomentari viralnya Guru besar Ilmu politik yang juga pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang dianggap telah mengajak masyarakat melakukan makar, yakni menggulingkan Presiden Prabowo secara inkonstitusional melalui aksi turun jalan dan semacamnya, pada bulan April lalu.

Atas pernyataannya yang disampaikan dalam acara Halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan” tersebut, Saiful pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Relawan Prabowo Subianto, akibat dianggap memicu instabilitas nasional.

Apa yang dilakukan (diucapkan) oleh Saiful Mujani pada dasarnya juga pernah dilakukan oleh Tiyo sendiri, dengan menyebut Prabowo Subianto sebagai “Presiden Bodoh”, serta memplesetkan makna MBG menjadi “Maling Berkedok Gizi”.

Keduanya pun sempat viral di media sosial pada waktu yang berbeda, namun dengan objek tujuan yang sama persis, yakni Presiden Prabowo dan pemerintahan yang ia pimpin sejak 2024 lalu.

Menurut Tiyo, tindakan yang dilakukan oleh Saiful Mujani sama sekali bukanlah makar. Karena bagi Tiyo, yang sebenarnya makar justru adalah pemerintahan Prabowo sendiri, karena telah berjasa merusak negara ini sedalam-dalamnya.

“Yang makar itu Prabowo (bukan Saiful Mujani), karena dia setiap hari membuat kebijakan yang menghancurkan negara. Makar itu (sebenarnya) tidak mengganggu kekuasaan. Makar itu (yang benar adalah) mengganggu negara. Kalau mengganggu kekuasaan itu harus dilakukan, ketika memang kekuasaannya dzalim. Dan justru itu (ucapan Saiful Mujani) bukan makar. Itu cara Pak Saiful Mujani, dan kita semua hari ini, untuk menyelamatkan negara dari penguasa yang dzalim,” ucap Tiyo Ardianto saat ditemui mabur.co setelah mengisi acara Konferensi “Bangunlah Kekuatan Politik Anak Muda”, yang berlangsung di Selasar Barat Fisipol UGM, belum lama ini.

Presiden Tidak Bisa Dinasihati

Tiyo pun sependapat dengan Saiful Mujani, bahwa Presiden Prabowo sudah tidak bisa dinasihati lagi (oleh rakyatnya sendiri), sehingga ia merasa sudah saatnya Presiden digulingkan dengan cara turun ke jalan, tidak melalui impeachment atau jalur konstitusional. Lantaran semua lembaga negara sudah dikuasai sepenuhnya oleh Prabowo sendiri.

Sehingga mustahil apabila “antek-anteknya” Prabowo justru berniat jahat (mens rea) dengan berusaha menggulingkan bos-nya sendiri, jika benar-benar terjadi proses impeachment.

“Jadi saya setuju apa yang disampaikan Pak Saiful Mujani. Kalimatnya kan jelas tuh, ‘ini orang (Prabowo) sudah tidak bisa dikasitahu, karena itu mending digulingkan saja. Artinya apa pesannya? Mbok minimal mau untuk dikasitau. Harusnya orang fokus disitu (substansi pesan utamanya), bukan fokusnya ‘ini makar’, ‘ini mengganggu (mengakibatkan instabilitas nasional)’, dan seterusnya,” tambah Tiyo.

Setelah tiga bulan bersuara terkait Presiden Prabowo beserta program MBG-nya, Tiyo pun tidak mengubah pandangannya sama sekali, bahwa Prabowo tetaplah “Presiden yang bodoh”, dan MBG juga tetap mengandung “Maling Berkedok Gizi”. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *