Mabur.co – Terletak tak jauh dari aliran Sungai Progo, Padukuhan Kwarakan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, menjadi salah satu kawasan konservasi alam yang masih sangat jarang diketahui.
Disamping memiliki bentang alam yang indah dan masih sangat asri, dusun kecil ini juga menjadi surga tersembunyi sekaligus habitat alami bagi ratusan bahkan mungkin ribuan satwa langka labi labi atau kura-kura air tawar bercangkang lunak.
Ruang Habitat Nyaman Labi–labi
Di tengah semakin maraknya aksi perburuan terhadap labi-labi, tempat ini seolah menjadi satu-satunya habitat yang aman untuk ruang hidup labi-labi yang masih tersisa di Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga saat ini.
Di Dusun Kwarakan ini ribuan labi-labi dapat dengan mudah ditemukan. Satwa langka ini banyak hidup dan berkembang biak di sekitar embung serta aliran Sungai Kedung Ingas yang bersumber dari mata air alami di dusun ini.

Pada waktu-waktu tertentu, terutama saat musim kawin, labi-labi akan lebih sering muncul ke permukaan air sehingga mudah ditemui warga maupun pengunjung.
Saking mudahnya berkembang biak, Dusun Kwarakan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini, selama ini bahkan dikenal masyarakat sebagai “Kampung Labi-Labi”.
Masih terjaga dan lestarinya keberadaan labi-labi di dusun ini tak lepas karena adanya komitmen kuat dari warga masyarakat yang didukung dengan aturan ketat perlindungan satwa yang diterapkan pemerintah di desa ini.
Kesadaran Masyarakat Menjaga Habitat Satwa
Dukuh Kwarakan, Bekti Sutrisno, mengatakan kelestarian labi-labi di wilayahnya bisa muncul karena adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga habitat satwa tersebut secara bersama-sama.
Menurutnya, pemerintah desa telah menerbitkan aturan yang melarang warga memburu maupun mengonsumsi labi-labi. Selain itu, dibentuk pula kelompok pos jaga yang bertugas memantau ekosistem sekaligus menjaga keberadaan satwa tersebut.

“Seluruh warga punya komitmen untuk menjaga labi-labi agar tetap lestari. Karena itu ada aturan larangan berburu maupun mengonsumsi satwa ini,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Berkat upaya pelestarian tersebut, populasi labi-labi di Dusun Kwarakan masih dapat dijumpai dengan cukup mudah. Bahkan, kawasan ini kerap didatangi mahasiswa hingga wisatawan mancanegara untuk melakukan penelitian maupun melihat langsung habitat alami labi-labi.
Tak hanya labi-labi, Dusun Kwarakan juga menjadi kawasan habitat alami bagi sejumlah satwa langka lain yang ada di desa ini. Mulai dari burung cekakak, burung raja udang, hingga ular hijau ekor merah.
Keanekaragaman hayati tersebut menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium alam sekaligus destinasi wisata herpetologi yang potensial untuk pengembangan edukasi dan penelitian lingkungan di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Daerah Istimewa Yogyakarta ke depannya. ***




