Adu Jangkrik, Permainan Rakyat yang Disukai Raffles

2 Min Read
Adu jangkrik sebagai permainan rakyat sudah dikenal lama di Indonesia. Adu jangkrik dimainkan seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak. (Ilustrasi: Istimewa)

Mabur.co-  Adu jangkrik sebagai permainan rakyat sudah dikenal lama di Indonesia. Adu jangkrik dimainkan seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak. Dulu mereka mencari sendiri, kini membeli dari penjual yang biasa mangkal di sekolah-sekolah.

Permainan adu jangkrik pernah menjadi hiburan populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Kini, permainan yang dahulu digemari semua kalangan ini mulai ditinggalkan, terdesak oleh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Permainan adu jangkrik merupakan salah satu permainan tradisional yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Jawa.

Cerita Perjalanan Raffles

Asal mula permainan ini belum dapat diketahui secara pasti, akan tetapi berdasarkan cerita perjalanan Raffles di Jawa pada abad ke-19, adu jangkrik telah menjadi salah satu permainan adu binatang kegemaran masyarakat yang biasa digelar di pasar. Permainan ini biasa dimainkan pada musim gadon, musim tanam padi kedua.

Kepopuleran permainan adu jangkrik di Yogyakarta menyebar hingga ke dalam Keraton. Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VII, permainan ini menjadi sebuah pertunjukan rutin di alun-alun setiap hari Selasa atau Jumat.

Bahkan para pemilik jangkrik akan merawat jangkrik aduan mereka, mulai dari pemberian makan, mempekerjakan pekerja khusus, hingga pemberian ramuan tertentu agar jangkrik mereka dapat memenangkan permainan.

Tak jarang adu jangkrik ini menjadi ajang untuk menunjukkan kekuasaan dan status seseorang.

Dilansir dari buku History of Java yang terbit pada 1817, Minggu (7/6/2026), Raffles menceritakan ada berbagai arena adu hewan di berbagai tempat di pulau Jawa.

Ada adu burung puyuh, adu ayam jago, sampai adu macan melawan kerbau. Ia juga menemui adu jangkrik yang biasanya digelar di sejumlah pasar.

“Orang biasa masih bergembira dengan bertaruh antara dua jangkrik (adu jangkrik) yang kesehariannya digelar di pasar. Hewan-hewan kecil yang dikurung dalam bambu kecil yang terbuka sebagian, dianggap menjadi hiburan yang cukup menarik,” tulis Raffles. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment