Mabur.co – Pembangunan sirkuit Mandalika di Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dimulai sejak 2019 lalu, secara tidak langsung merupakan langkah pemerintah dalam memberdayakan daerah-daerah pelosok, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa.
Terbukti setelah diresmikan pada November 2021 lalu, sirkuit Mandalika telah dipercaya menyelenggarakan berbagai ajang balap internasional, mulai dari World Superbike pada November 2021, disusul MotoGP pada Maret 2022, Asia Road Racing Championship, serta GT World Challenge Asia, dan masih banyak lagi.
Sirkuit di Asia
Sejak saat itu, nama Mandalika sudah mulai sejajar dengan sirkuit-sirkuit lainnya di Asia yang telah lebih dulu berdiri, seperti sirkuit Sepang (Malaysia), sirkuit Buriram (Thailand), sirkuit Motegi (Jepang), sirkuit Lusail (Qatar), dan seterusnya.
Selain itu, hadirnya sirkuit di kawasan Mandalika juga berperan memajukan ekonomi di wilayah setempat, yang selama ini terkenal sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia.
“Jadi sirkuit itu (Mandalika) dibangun di tempat kami, ITDC (Injourney Tourism Development Corporation), yang punya sirkuit di Mandalika. Nah daerah Mandalika ini (memiliki luas sebesar) 1.200 hektare, cukup luas. Kenapa sirkuitnya ada di sana (tidak dibangun di daerah lain)? Karena kita ingin membangun daerah setempat, karena waktu itu daerah Mandalika di Nusa Tenggara Barat masih menjadi daerah yang paling miskin. Sekarang (setelah adanya sirkuit Mandalika) menjadi daerah yang sangat membanggakan,” ungkap Direktur Keuangan ITDC (Injourney Tourism Development Corporation), Ahmad Fajar, di sela-sela kunjungannya ke kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama dua pembalap Indonesia di ajang Grand Prix, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, di kawasan Keraton Kilen, beberapa waktu lalu.
Mandalika Bawa Harum Indonesia
Jika selama ini orang-orang mengenal Indonesia lewat Bali, maka setelah hadirnya Mandalika, Indonesia juga akan lebih mudah dikenal oleh dunia internasional, berkat kehadiran sirkuit Mandalika di kawasan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tersebut.
Sehingga ketika orang-orang asing berbicara tentang Indonesia, mereka pasti akan langsung mengingat Mandalika, dan berbagai keindahan yang tersaji di dalamnya, termasuk sirkuit kelas dunia di kawasan tersebut.
“Kalau pas kita ke luar negeri, terus ditanya “Where are you from?” terus kita jawabnya “I’m from Indonesia“, lalu mereka pasti bilang “oh, Bali“. dulu pasti begitu. Nah kalau sekarang “Where are you from?” “Indonesia“, lalu mereka bakal bilang “oh, Mandalika“. Jadi sudah ada semacam branding nama Indonesia, karena ada MotoGP di Mandalika, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal karena Bali saja, tapi juga dari Mandalika, yang telah rutin menyelenggarakan MotoGP setiap tahun,” tambah Ahmad Fajar.
Pihak ITDC pun berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan Mario Aji dan Veda Ega Pratama, agar bisa terus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, serta mendapatkan hasil terbaik dalam balapan seri Mandalika pada bulan Oktober mendatang. (*)
