Kadipaten Pakualaman Gelar Tradisi Labuhan di Pantai Glagah, Warga Antusias Berebut Gunungan 

5 Min Read
Groups of people in bright traditional clothing carry a tall, decorated ceremonial structure along a sandy beach during a festival, with colorful flags in the background.
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Kadipaten Pakualaman kembali menggelar tradisi Hajad Dalem Labuhan di kawasan Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (26/06/2026) pagi. 

Tradisi budaya yang telah berlangsung lebih dari satu abad ini pun mampu menarik perhatian masyarakat yang datang dari berbagai daerah. 

Selain hadir untuk menyaksikan prosesi sakral yang hanya digelar setiap setahun sekali, tak sedikit masyarakat datang untuk mengikuti ritual rayahan gunungan sebagai simbol mencari berkah.

People in matching dark blue outfits participate in a ceremonial parade, carrying a long white pole over their shoulders in front of a tall straw centerpiece and colorful flags.
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Prosesi labuhan sendiri diawali dengan prosesi kirab sejauh sekitar satu kilometer. Dimulai dari Pesanggrahan Pakualaman di kawasan utara perempatan Glagah menuju Pendopo Labuhan yang berada di kawasan Pantai Glagah sisi barat.

Dalam kirab ini puluhan prajurit bregada nampak mengawal dua gunungan berisi hasil bumi, jajanan pasar, serta berbagai uba rampe yang menjadi bagian dari upacara adat tersebut. 

Group of performers in red outfits marching with drums in a flag parade on a sunny day, with colorful flags overhead and a man in a dark suit and hat in the foreground.
Pasukan Bregada Lombok Abang (Foto: JH Kusmargana)

Satu rombongan pasukan bregada yakni Bregada Lombok Abang yang mengenakan seragam berwarna merah dan bersenjata tombak, berada di barisan paling depan. 

Sementara satu rombongan pasukan bregada lainnya yakni Bregada Plangkir yang menggunakan seragam bernuansa hitam dan bersenjatakan senapan nampak berada di barisan belakang. 

Soldiers march in a parade wearing black and gold uniforms with white trousers, carrying rifles; colorful flags line the street in the background.
Pasukan Bregada Plangkir (Foto: JH Kusmargana)

Sesampainya di lokasi, para abdi dalem bersama tim SAR lantas mempersiapkan prosesi labuhan. Sejumlah barang pribadi milik Sri Paku Alam X dibungkus menggunakan kain hingga menyerupai boneka manusia. Bersama dua gunungan, benda-benda tersebut didoakan sebelum akhirnya dilarung ke laut selatan.

Prosesi labuhan ini dimaknai sebagai simbol membuang segala keburukan dan hal-hal negatif, sekaligus memanjatkan doa agar masyarakat diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kelancaran menjalani kehidupan selama setahun ke depan.

Procession of people in bright red and patterned attire marching along a sandy beach during a cultural festival, with flags and banners in the background.
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Usai prosesi labuhan, suasana berubah menjadi semarak ketika masyarakat mengikuti rayahan gunungan. Warga dari berbagai daerah tampak antusias berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Salah seorang warga, Sukaryanti, asal Kulon Progo, mengaku rutin datang setiap tahun untuk mengikuti tradisi tersebut.

Menurutnya, selain menjadi warisan budaya yang harus dijaga, hasil gunungan dipercaya membawa keberkahan bagi keluarga.

Balinese ceremony on the beach with priests in black, chanting and raising hands over a small fire while a crowd watches in traditional wrap sarongs and batik outfits.
Sejumlah Abdi Dalem memanjatkan doa sebelum prosesi labuhan dimulai. (Foto: JH Kusmargana)

“Tahun kemarin tidak datang. Tapi alhamdulillah tahun ini bisa datang bersama keluarga. Alhamdulillah bisa ikut ngrayah biar dapat berkah. Nanti uba rampe ini mau dimasak untuk satu keluarga,” katanya.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Firli, asal Magelang mengaku antusias mengikuti tradisi ini. Ia menilai tradisi Labuhan menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan nilai budaya, spiritual, dan kebersamaan masyarakat dalam satu rangkaian acara.

“Kebetulan pas liburan di sini. Jadi sekalian lihat tradisi labuhan. Menarik sekali karena hanya digelar setahun sekali,” katanya.

Crowd gathers on a dark-sand beach for a traditional ceremony as a tall decorated bamboo structure is carried forward.
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Panitia penyelenggara, KRMT Sestro Diprojo bersama Raden Riyo Budyo Kartiyoso, menjelaskan Hajad Dalem Labuhan merupakan tradisi turun-temurun yang telah dilaksanakan sejak masa Paku Alam II. 

Dahulu prosesi ini hanya dilakukan secara internal di lingkungan Kadipaten Pakualaman, namun kini dibuka untuk masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata.

Selain dimaknai sebagai ritual adat, tradisi ini  juga digelar sebagai wujud rasa syukur serta doa agar masyarakat dan pemimpin senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan. 

Group of people on a rocky beach releasing a flower wreath into the ocean during a ceremony
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

“Secara umum tidak ada yang berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja memang tahun ini tanggal penyelenggaraan berdasarkan hitungan Jawa berbeda dengan kalender nasional. Sehingga tidak seramai biasanya,” katanya.

Dihadiri sejumlah pejabat FORKOPIMDA Kabupaten Kulon Progo termasuk perwakilan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, tradisi labuhan ini diharapkan dapat terus dilestarikan agar tidak punah dan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kulon Progo.

A group of people in orange life jackets afloat in the ocean, with a supervising person in a bright orange vest standing in the water nearby.
Suasana tradisi Labuhan Kadipaten Pakualaman di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo. (Foto: JH Kusmargana)

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment