Pasar Kangen Buka Peluang Ekspansi ke Daerah Pelosok

2 Min Read
People posing under a colorful festival entrance that reads PASAR KANGEN at a busy night market.
Suasana di pintu masuk Pasar Kangen Jogja, yang berlangsung di TBY (Foto: Azka Qintory)

Mabur.co – Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2007, Pasar Kangen Jogja biasanya digelar satu kali dalam setahun, dan mengambil lokasi di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Kondisi itu membuat banyak pedagang dari berbagai daerah dan kota terpaksa melakukan “migrasi” ke kota Yogyakarta selama beberapa hari, untuk bisa berjualan di perhelatan Pasar Kangen tersebut.

Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat atau pengunjung dari berbagai daerah. Karena mereka yang berasal dari Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan juga Kulon Progo, serta kota-kota lainnya di luar DIY, terpaksa harus berangkat jauh-jauh ke pusat Kota Yogyakarta, untuk bisa membeli barang-barang antik yang dijual di Pasar Kangen tersebut.

Namun bagi Penanggungjawab Produksi Pasar Kangen, Triana, pihaknya membuka peluang untuk menggelar Pasar Kangen di daerah-daerah pelosok.

Untuk bisa menyasar masyarakat di tingkat paling bawah, yang mungkin juga memiliki barang-barang antik tertentu khas daerah tersebut, namun belum di-notice oleh pihak Pasar Kangen, yang selama ini hanya beroperasi di perkotaan.

“Dulu sih pernah kita bikin di Hargobinangun (Kaliurang), ada pernah sekali waktu itu. Kalau untuk ke depan baru wacana-wacana aja sih, Tapi ya memang kalau di daerah ada punya barang antik tertentu, itu juga bisa (dipasarkan di Pasar Kangen). Misalnya perajin apa, terus kita survei ke sana, dan seterusnya,” ungkap Triana, saat ditemui di TBY, Kamis (25/6/2026).

Konsep Belum Matang

Meski demikian, Triana mengaku bahwa konsep dari Pasar Kangen belum benar-benar matang sebagai pasar khas barang-barang antik, sehingga kemungkinan untuk ekspansi ke daerah-daerah pelosok belum bisa diwujudkan dalam jangka pendek.

“Kita ini konsepnya masih belum matang banget sebenarnya. Jadi kita belum berani untuk publish (bahwa Pasar Kangen akan melakukan ekspansi ke daerah pelosok), yang jelas kalau keinginan sih pasti ada,” sambung Triana.

Selain di Hargobinangun, Pasar Kangen juga pernah diselenggarakan di kampus UNY pada 2024 lalu. Selebihnya, Pasar Kangen hanya digelar di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di TBY dan sekitarnya. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment