Timothy Ronald, Budaya Menabung, dan Jebakan Evolusi Investasi - Mabur.co

Timothy Ronald, Budaya Menabung, dan Jebakan Evolusi Investasi

Budaya menabung sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu kala. Bahkan sejak orang belum mengenal huruf sudah bisa dipastikan tradisi menabung sudah ada. Karena sudah menjadi naluri bagi homo sapiens untuk tidak menghabiskan hartanya. Dengan kata lain tetap ada yang disimpan untuk jangka panjang.

Beras, misalnya, orang yang buta huruf pun secara naluriah akan tetap menyimpan stok untuk jangka waktu tertentu. Uang juga. Orang yang tidak bisa membaca huruf karena tidak berpendidikan tetapi mengenal mata uang rupiah dengan berbagai jumlah nominalnya itu, juga selalu mempunyai kesadaran menabung. Uangnya tidak dihabiskan secara serta-merta namun tetap ada yang disisihkan untuk antisipasi paceklik hidup dan sejenisnya.

Di masa modern kini, bentuk alat transaksi berupa uang juga mengalami evolusi. Namanya rupiah tetapi di masa sekarang jika ditransaksikan bentuknya macam-macam. Ada yang transaksi antar-ATM, QRIS, GoPay, ada juga yang tetap tunai. Pokoknya istilahnya macam-macam. Nah, ada lagi yang lebih tren yaitu kripto. Secara umum orang mengenal kripto dengan istilah mata uang digital yang penggunaannya diatur sesuai regulasi tertentu.

Seiring dengan tren bentuk transaksi mata uang tertentu dan juga tren budaya menabung, maka tren penipuan pun menunjukkan keberagaman cara. Dulu kakek saya suka menabung cukup dengan bambu yang dilubangi kecil pada bagian ujung bambu, asal bisa untuk memasukkan kepingan koin atau lipatan uang kertas. Biasanya, kalau mau Lebaran dibuka. Jumlahnya tidak akan berkurang karena tidak ada yang mengambil atau menipu kakek saya dan dengan senang hati akan selalu dibagi-bagikan kepada saya sebagai salah satu cucunya.

Namun di masa kini karena cara menyimpan uang sudah semakin canggih maka jebakan evolusi cara menabung dan berinvestasi juga mengintai dengan serta-merta. Kini ada mata uang kripto yang membuat banyak orang mudah tergiur karena iming-iming digandakan dengan kenaikan persentase sangat fantastis.

Adalah Timothy Ronald, orang berjuluk investor, yang baru sehari lalu tersandung kasus soal investasi kripto karena dilaporkan ke polisi terkait penipuan. Memang, saya tidak ingin mengomentari lebih jauh soal Timothy Ronald tapi saya hanya mengajak kepada publik untuk mengingat kembali pola-pola investasi natural kita yang sebenarnya justru lebih menenangkan hidup.

Kalau mau investasi, boleh jadi yang paling aman dan stabil tetaplah emas. Karena Anda menyimpan uang di bank pun kalau jumlahnya sedikit dan dibiarkan lama-lama juga malah habis. Hahaha. Potongan bulanannya lumayan juga tapi tentu saja itu bagian dari imbal jasa yang tak perlu disesali. Namanya juga titip uang. Tentu saja juga memberi permen kepada yang menjaga. Logikanya begitu, bukan?

Tetapi, semua itu memang kembali ke selera. Terkait investasi juga di masa kini sudah menjadi gaya hidup. Apakah Anda dan saya juga masih tertarik melestarikan tradisi investasi ala orang jadul dengan menyimpan uang di bambu? Wah nanti akan ditertawakan kaum Gen Z. Semuanya memang terpulang kepada kita. Pola investasi seperti apakah yang kita anggap paling aman dan sesuai tren zaman. Biar kalau ikut arisan kampung atau pertemuan RT obrolannya tidak memalukan, tidak jadul-jadul amat, gitu loh.  

Memang soal bentuk investasi sepertinya semua serba merepotkan dan mempunyai risiko. Tetapi paling tidak mana yang bisa diminimalisir risikonya itulah yang perlu kita amini. Logika akal sehat harus tetap berjalan di tengah zaman yang penuh dengan gebyar iming-iming melenakan. ***

Penulis adalah pemimpin redaksi mabur.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *