Mabur.co – Jalan terjal harus kembali dilalui sang juara dunia bertahan, Argentina, saat melakoni babak Semifinal Piala Dunia 2026 menghadapi Inggris di Atlanta Stadium, Kamis dini hari tadi (16/7/2026).
Lionel Messi dan kawan-kawan lagi-lagi harus berjibaku hingga akhir pertandingan, sebelum akhirnya menyingkirkan skuad The Three Lions di fase 4 besar dengan skor 1-2.
Sempat tertinggal melalui sontekan gelandang baru Barcelona, Anthony Gordon di menit ke-55, Argentina baru bisa membalas melalui tendangan jarak jauh gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, di menit ke-85.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, tepatnya di menit 90+2, Argentina langsung membalikkan keadaan melalui sundulan striker Inter Milan, Lautaro Martinez, memanfaatkan assist memukau dari sang mega bintang, Lionel Messi.
Hasil ini membawa skuad asuhan Lionel Scaloni melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026, dan akan menantang tim peringkat tiga FIFA bulan Juni 2026, Spanyol.
Kedua tim akan bertanding di MetLife Stadium, New York New Jersey, pada Minggu siang (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari (20/7/2026) waktu Indonesia.
Siap Back to Back Juara Dunia

Argentina pun kembali meraih tiket final Piala Dunia untuk yang kedua kalinya secara beruntun, setelah edisi sebelumya pada 2022 lalu, di mana mereka berhasil merebut mahkota juara dari tangan juara bertahan sebelumnya, Prancis, di babak final.
Sepanjang sejarah perhelatan Piala Dunia sejak 1930, hanya ada dua tim yang sanggup mempertahankan gelarnya pada edisi selanjutnya. Di antaranya Italia (1934 dan 1938), serta Brazil (1958 dan 1962).
Setelah itu, tidak ada lagi negara yang sanggup mempertahankan mahkota juaranya pada edisi Piala Dunia berikutnya hingga saat ini.
Timnas Prancis dengan Kylian Mbappe hampir saja mematahkan kutukan tersebut pada edisi 2022 lalu, sayangnya mereka harus takluk dari Argentina lewat babak adu penalti dengan skor 4-2.
Alhasil, keberhasilan Lionel Messi cs kembali ke partai puncak pada edisi 2026 ini menjadi momentum yang sangat tepat, untuk segera menghapus kutukan tersebut, yang telah bertahan selama 64 tahun lamanya.
Lewat penampilan impresif yang telah ditunjukkan sejak fase grup J, Argentina siap kembali membiruputihkan stadion MetLife di kota New York, saat menghadapi skuad asuhan Luis de la Fuente di partai puncak nanti.

Partai ini juga bisa dibilang merupakan final idaman, di mana keduanya merupakan kampiun di kompetisi regional benuanya masing-masing.
Spanyol adalah juara bertahan di kancah Eropa pada 2024 lalu. Sedangkan Argentina, selain merupakan juara dunia bertahan di tahun 2022, mereka juga juara bertahan di wilayah Conmebol (Amerika Selatan) pada dua tahun silam.
Menarik untuk dinantikan, ketika kekuatan juara benua Eropa dan benua Amerika Selatan ini saling beradu di partai final Piala Dunia akhir pekan nanti.
Dan apakah Argentina benar-benar mampu menghapus kutukan juara dunia bertahan tersebut, sekaligus merengkuh gelar keempatnya di turnamen ini, yang juga menjadi kado terindah bagi HUT kemerdekaan Argentina ke-210 di awal bulan ini. (*)
