Mabur.co – Tim ranking satu FIFA di bulan Juni 2026, Prancis, harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2 di babak Semifinal Piala Dunia 2026, yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Rabu dini hari tadi (15/7/2026).
Dua gol Spanyol masing-masing dilesakkan oleh Mikel Oyarzabal melalui eksekusi titik putih di menit ke-22, serta sontekan bek asal Tottenham Hotspurs, Pedro Porro, di menit ke-58.
Hasil ini membuat langkah Prancis terhenti di babak 4 Besar. Sedangkan Spanyol kembali ke partai puncak Piala Dunia, setelah terakhir kali diraih pada 2010 silam, ketika mereka berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya.
Meski demikian, Prancis masih akan bertanding dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, yang akan dimainkan di Miami Stadium pada Sabtu siang (18/7/2026) waktu setempat, guna menghadapi tim yang kalah pada semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.
Pertandingan perebutan tempat ketiga tersebut juga akan menjadi partai perpisahan bagi sang pelatih, Didier Deschamps, yang telah memutuskan mundur dari skuad Les Bleus usai turnamen di Amerika Serikat kali ini.
Peluang Deja Vu Piala Dunia 2010?

Bagi timnas Spanyol, ini adalah kesempatan kedua mereka menapaki partai final di Piala Dunia, sejak edisi 2010 lalu.
Pada edisi 2010 yang dihelat di Afrika Selatan tersebut, Spanyol keluar sebagai pemenang akhir kejuaraan, setelah mengalahkan Belanda dengan skor tipis 0-1 lewat babak extra time.
Gelar itu sekaligus melengkapi pencapaian mereka di kancah Eropa pada dua tahun sebelumnya (2008), di mana mereka juga sukses merajai kompetisi Eropa yang digelar di Austria dan Swiss pada saat itu.
Dua tahun berselang (2012), Spanyol kembali mengulang cerita manis menjadi raja Eropa, setelah menjuarai Euro 2012 yang dilangsungkan di Polandia dan Ukraina.
Setelah sempat melempem pada beberapa edisi turnamen besar berikutnya, Spanyol akhirnya kembali merasakan gelar juara, tepatnya pada ajang UEFA Nations League 2023, setelah mengalahkan Kroasia lewat babak adu penalti.
Tak butuh waktu lama, Spanyol kembali angkat trofi satu tahun kemudian, yakni pada turnamen Euro 2024, yang berlangsung di Jerman.
Tahun 2025 lalu mereka juga sebenarnya kembali berpeluang mengangkat trofi Nations League untuk kedua kalinya. Sayangnya Lamine Yamal dan kawan-kawan harus takluk dari Portugal lewat drama adu penalti.
Keberhasilan anak asuhan Luis de la Fuente ke partai puncak pada edisi 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kali ini, seolah menjadi penegas bahwa Spanyol telah kembali menemukan performa terbaiknya di ajang turnamen besar, yang sempat hilang pada beberapa tahun sebelumnya (pasca menjuarai Euro 2012 di Polandia-Ukraina).
Spanyol pun siap menantikan partai semifinal lainnya antara Inggris dengan Argentina pada Kamis dini hari besok (16/7/2026), untuk menentukan siapakah lawan yang akan dihadapi di partai puncak pada Senin dini hari (20/7/2026) nanti.
Menarik untuk dinantikan, apakah tren Deja Vu 2010 benar-benar menjadi kenyataan, ataukah hanya momentum yang terjadi secara kebetulan saja. (*)
