Mabur.co – Tanaman pohon joho dikenal sebagai salah satu bahan pewarna batik alami, yang dapat menghasilkan batik berkualitas dan tahan lama hingga ratusan tahun.
Selain mampu menghasilkan warna batik yang awet dan berkualitas, tanaman joho (Jolaweni/Terminalia bellirica) juga dikenal mampu menghasilkan bahan obat-obatan herbal, jamu, serta memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi.
Ketua Sanggar Wani Migunani, Awit Radiani, yang telah berhasil membudidayakan tanaman joho di kebunnya di kawasan Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, mengatakan bahwa tanaman dari pohon joho memang memiliki banyak khasiat yang berfungsi untuk banyak hal.
Peluang Ekonomi Kreatif
Serta mampu menjadi peluang ekonomi kreatif bagi banyak pihak, yang bersedia ikut membudidayakannya di halaman rumahnya masing-masing, dan sebagainya.
“Orang di Gunungkidul yang punya pohonnya (joho) itu ada yang menjual kulit buahnya. Kalau di pasar itu bisa laku 30 sampai 40 ribu untuk satu kilonya. Nah bijinya itu malah dibuang sama dia. Padahal kalau di India, biji kayak gitu tuh juga dipakai, karena itu adalah obat, jadi belleric oil namanya. Dan kalau dimakan pun enak loh, saya udah pernah nyobain juga,” ungkap Ketua Sanggar Wani Migunani, Awit Radiani, beberapa waktu lalu.
Awit menambahkan, beberapa pihak akhirnya mulai berkeinginan untuk mempelajari cara menanam atau membudidayakan pohon joho tersebut, karena adanya potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari sana.
“Mereka akhirnya juga pengin punya pohonnya di rumah, hehe. Pengin ikutan nanam (pohon joho) juga. Saya kan memang sengaja (memperlihatkan budidaya pohon joho supaya orang-orang tertarik). Ini kan bisa juga ditanam di rumahnya masing-masing, nanti sekitar enam sampai delapan tahun nanti berbuah. Nah buahnya nanti bisa dipakai untuk jamu, atau pewarna batik, atau kalau mau djiual ke pasar nanti juga pasti laku. Bahkan kalau mau diminum sendiri pun juga bisa, untuk pengobatan sendiri pun juga bisa, Itu kan sebenarnya juga (obat) pelangsing ya,” tambah Awit.
Meskipun memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan, namun Awit beserta Sanggar Wani Migunani belum berkeinginan untuk menjual hasil bibit tanamannya tersebut kepada masyarakat luas.
Karena baginya yang terpenting saat ini adalah bagaimana agar eksistensi pohon joho tidak segera punah, dan bisa ikut dibudidayakan oleh banyak orang, dan seterusnya. (*)
