Pentas Teater ‘Swarnakala Jakarta’ Refleksi Sejarah Ibu Kota Indonesia

3 Min Read
Nighttime stage performance in front of a white government building with 'GOUVERNEURSKANTOOR' on the facade and LED screens showing a seaside scene with ships.
Pertunjukan Swarnakala Jakarta di Kompleks Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta. (Foto: Tangkapan layar akun YouTube @ririn andriyani)

Mabur.co – Dalam rangka memperingati serta merekonstruksi perjalanan panjang sejarah Kota Jakarta menuju perayaan 5 abad, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar pertunjukan “Swarnakala Jakarta”.

Mengangkat tema Masa Keemasan dalam Lintasan Waktu, pertunjukan seni yang memadukan teater, musik, dan rekonstruksi sejarah, ini digelar di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Dengan background gedung Museum Fatahillah yang ikonik, sejumlah seniman dari Teater Keliling nampak menampilkan pertunjukan yang menceritakan periode perjalanan sejarah kota Jakarta dari masa ke masa.

Berlangsung selama sekitar 90 menit, pertunjukan Swarnakala ini mampu memukau pengunjung karena dikemas dengan pendekatan modern. Nampak sebuah layar digital raksasa ditempatkan di belakang sebagai bagian tata panggung.

Filosofi Swarnakala

Dikutip dari situs berita resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/8/2026), nama Swarnakala sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, yakni swarna yang berarti emas dan kala yang berarti waktu. 

Filosofi tersebut menggambarkan harapan untuk menghadirkan kembali masa keemasan Jakarta, bukan hanya sebagai kenangan masa lalu, tetapi sebagai cita-cita yang terus diwujudkan melalui kepemimpinan yang berintegritas serta partisipasi aktif masyarakat.

Alur cerita Swarnakala sendiri berpusat pada tokoh Visya, remaja berusia 15 tahun yang bercita-cita menjadi pemimpin masa depan. Perjalanan Visya dimulai setelah ia memasuki dunia virtual bertajuk Game of Life melalui kerak telor “bermantra”. 

Dari sanalah penonton diajak menyaksikan berbagai peristiwa penting yang membentuk wajah Jakarta dari masa ke masa. Mulai dari era VOC, Pemerintah Kolonial Belanda, Masa Kemerdekaan, hingga Masa Modern.

Perpaduan latar bangunan bersejarah di Taman Fatahillah, yang dipadukan dengan tata cahaya, musik, dan dramatisasi, mampu menghadirkan pengalaman visual memukau bagi pengunjung. 

Dengan cara ini, cerita Swarnakala yang berisi tentang alur sejarah Jakarta pun menjadi terasa lebih dekat dan menarik bagi masyarakat, terutama kalangan muda.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengatakan Swarnakala membawa pesan bahwa kepemimpinan merupakan estafet nilai yang harus terus diwariskan.

Menurutnya, masa keemasan Jakarta bukan sesuatu yang hanya dikenang, melainkan tujuan yang harus diperjuangkan bersama melalui integritas, empati, inovasi, dan kontribusi nyata seluruh warga.

Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghidupkan kembali sejarah sebagai identitas kota. 

Melalui pendekatan seni pertunjukan di ruang publik, masyarakat diajak memahami perjalanan Jakarta sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya yang dimiliki ibu kota Republik Indonesia. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar