‘Hotel Indah’ Bukan Sekadar Judul Antologi Cerkak

3 Min Read
Two women seated on stools, each holding a microphone during a discussion; one reads from a yellow booklet.
Suasana diskusi buku antologi cerkak berjudul "Hotel Indah" di Kelingan Garden Cafe, Bejen, Bantul (Foto: kanal YouTube Bang Tedi Way)

Mabur.co – Di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini, kehadiran antologi sastra berbahasa Jawa (sastra Jawa) makin sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat setiap orang kini lebih senang menggunakan bahasa Indonesia, atau bahkan bahasa Inggris, dalam setiap konten atau karya yang dihasilkan setiap hari.

Namun hal itu bukan berarti bahwa konten sastra Jawa lantas punah begitu saja. Masih ada segelintir orang yang memiliki minat cukup tinggi untuk tetap melestarikan sastra Jawa, salah satunya dengan membuat antologi cerkak (cerita cekak).

Ada pun salah satu orang yang turut melestarikan sastra Jawa dengan antologi cerkak adalah Bambang Nugroho, seorang pensiunan PNS yang aktif menelurkan berbagai karya sastra, termasuk sastra Jawa, sejak puluhan tahun silam.

Pada 2025 lalu, Bambang berhasil merilis buku antologi cerkak terbarunya berjudul “Hotel Indah”. Buku ini berisi 23 judul cerkak yang telah dikurasi oleh sejumlah pakar, dan pernah dimuat di berbagai media massa cetak seperti Kedaulatan Rakyat (KR) dan juga Djaka Lodang.

Nama “Hotel Indah” sendiri bukan merupakan sebuah hotel nyata yang ada di tengah-tengah masyarakat, melainkan sebagai “nama fiktif” dari seorang tokoh bernama Indah, yang menjadi salah satu tokoh utama dari buku antologi yang satu ini.

“Selain menjadi nama hotel, di dalam beberapa cerita, ini juga menjadi nama tokoh. Tokohnya (bernama) Indah. Jadi pemilihan judul ini di antara beberapa cerita yang ada di sini, ini memang pemiihan judulnya dibuat yang bikin orang jadi penasaran. Jadi kayak ‘wah, hotel ini ki sing koyo ngopo yo?‘ dan sebagainya,” tutur sang kurator dan editor dari antologi cerkak “Hotel Indah” ini, Margaret Widhy Pratiwi, dalam sesi diskusi buku “Hotel Indah” di acara Selasa Sastra di Kelingan Garden & Cafe, Bejen, Bantul, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Bang Tedi Way, beberapa waktu lalu.

Nominasi Sastra Rancage 2025

Antologi cerkak karya Bambang Nugroho juga pernah menorehkan prestasi membanggakan, yakni masuk dalam salah satu nominasi penghargaan Sastra Rancage pada 2025 lalu, dari total puluhan naskah cerkak yang telah dikurasi secara nasional.

“Kita juga patut berbangga, bahwa buku ini menjadi salah satu nominasi dari penghargaan Sastra Rancage tahun 2025, di antara total 49 naskah yang masuk ke panitia Rancage. Meskipun akhirnya tidak menang, tapi ini tetap jadi kebanggaan kita, dan juga membuktikan bahwa karya Pak Bambang Nugroho (penulis buku ‘Hotel Indah’) ini layak dibaca,” tambah Widhy.

Antologi cerkak “Hotel Indah” ini sendiri mengangkat beberapa dinamika kehidupan sehari-hari dari masa ke masa, di antaranya dinamika kehidupan dalam rumah tangga, percintaan, hingga pengalaman Bambang Nugroho sendiri saat masih aktif bekerja di KPU selama satu dekade. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar