Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta penuh sesak Senin malam, 28 September 2026. Lampu kristal menyala, karpet merah digelar.
Di tribun depan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, duduk di antara 17 Kepala Taman Budaya se-Indonesia dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Ini pembukaan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia XXV.
Seperti dilaporkan Ruang.id, hampir separuh gedung Concert Hall diisi oleh jajaran pejabat publik, para Kepala Taman Budaya, serta delegasi kebudayaan dari penjuru Nusantara, termasuk Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Sebagian dipadati masyarakat umum yang berhasil memenangkan war ticket demi sebuah momen langka.
Tema tahun ini: Gyaning Rasa Mantraning Nusantara dengan slogan Srawung Karya, Gulawenthah Budaya. Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi dalam konferensi pers yang dikutip Kaskus.co.id menjelaskan, tema itu merefleksikan perjumpaan pengetahuan, rasa, dan kekuatan budaya Nusantara.

Malam itu, rasa itu dibunyikan. Di balik tongkat komando Oni Krisnerwinto, komposer kelahiran 15 Oktober 1969 selaku sosok komposer dan music director kenamaan tanah air, dentuman timpani, gesekan biola dan tiupan brass section membahana.
Penampilan Istimewa Ndarboy Genk
Lalu Ndarboy Genk masuk. Ada empat tembang utama dibawakan berurutan: “Anak Lanang”, “Prau Layar”, “Kicau Mania”, dan “Kaya Jogja Istimewa”. Untuk pertama kalinya, “Kicau Mania” yang biasanya di angkringan, diiringi orkestra penuh.
Di sisi lain panggung, anak-anak Bimbingan Seni Art For Children (AFC) Taman Budaya, Tyok Satrio, Princessa Alicia, Marcella Dee, bernyanyi bersama Sanggar Kancil Art dan maestro Didik Nini Thowok.
Lensacybernews.com menulis kekuatan pertunjukan bukan hanya pada keragaman penampil, tetapi pada rantai kebudayaan yang terlihat di atas panggung.
Ruang Tumbuh Anak-anak
Anak-anak memperoleh ruang untuk tumbuh, seniman muda mendapat kesempatan, sementara maestro mewariskan pengetahuan.
Fadli Zon dalam sambutannya mengutip Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, seperti pernah ia kutip di TKTB XXIV tahun lalu di Kalimantan yang dilaporkan LintasKalSel.com: negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilainya.
Di Yogyakarta, ia menambahkan, Taman Budaya adalah simpul utama ekosistem itu, dari hulu penciptaan sampai hilir pasar. (Bersambung).
