26 Tahun Kali Code Bukan Lagi Got Raksasa, Kini Disulap Jadi Area Arung Jeram

2 Min Read
Seorang warga sedang menaiki perahu karet berwarna menyolok tampak membelah arus, menyusuri sudut-sudut permukiman padat yang eksotik. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Gemericik air dan riak gelombang memecah keheningan Minggu pagi (23/8/2026) di bantaran sungai atau Kali Code, Kota Yogyakarta.

Sembilan perahu karet berwarna mencolok tampak membelah arus, menyusuri sudut-sudut permukiman padat yang eksotik. Hari itu, sebuah sejarah baru diukir yakni uji coba arung jeram atau urban rafting kota pertama resmi melintasi jantung Kota Gudeg.

Sesepuh Pemerti Code, Harris Syarif Usman, menuturkan, bagi masyarakat lokal, momen ini bukan sekadar simulasi olahraga ekstrem, melainkan puncak dari perjuangan panjang.  

“Hari ini kami menangis. Dua puluh enam tahun sejak tahun 2000 kami berjuang agar sungai ini bersih. Kali Code bukan lagi ‘got raksasa’, tetapi aset berharga yang siap jadi destinasi wisata unggulan setelah Malioboro,” ujarnya.

Group of people in inflatable tubes and life jackets paddling down a rocky, leafy river canyon.
Uji coba arung jeram atau urban rafting kota pertama resmi melintasi jantung Kota Gudeg. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Haris mengatakan, berdasarkan data BPS Kota Yogyakarta, terdapat sekitar 4.237 KK yang tinggal di bantaran Code, dengan 32 persen di antaranya masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah.

Arung jeram atau urban rafting menjadi bagian dari penataan bantaran berbasis ekonomi warga sesuai kerangka KLHS RT RW.

“Selain mendongkrak pariwisata, pengarungan rutin ini berfungsi sebagai metode pemantauan ekosistem yang efektif, yaitu dengan Pengawasan Kebersihan. Ini memastikan aliran bebas dari tumpukan sampah liar. Selanjutnya melalui Deteksi Dini. Di sini mengidentifikasi titik sedimentasi dangkal dan potensi longsor di tebing sungai,” katanya.

People wearing life jackets rafting on a calm river with an orange inflatable raft and rocky banks; colorful flowering vines cover the hillside on the right.
Gemericik air dan riak gelombang memecah keheningan di bantaran Kali Code, Yogyakarta. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Haris mengatakan pula, jika fase uji coba ini sukses, arung jeram atau urban rafting Kali Code diproyeksikan menjadi percontohan (pilot project) nasional untuk penataan sungai perkotaan.

“Yogyakarta adalah laboratorium. Dari Code, kita buktikan bahwa pemulihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi warga bisa berjalan berdampingan, sejalan dengan filsafat hamemayu hayuning bawana,” pungkasnya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar