YouTube Resmi Ubah Metode Penghitungan Views, Tak Otomatis Menambah Pendapatan AdSense

3 Min Read
Person typing on a laptop displaying the YouTube logo and a video camera, suggesting video creation or uploading to YouTube
Ilustrasi seseorang mengakses laman YouTube (Foto: Business Insider)

Mabur.co – Mulai Senin (24/8/2026), YouTube resmi mengubah metode penghitungan views atau jumlah tontonan dari setiap konten yang diunggah.

Dengan kata lain, setiap video yang diunggah di YouTube bisa saja mendapatkan jumlah views yang lebih banyak dari sebelumnya.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Bantuan YouTube (YouTube Help Center), TeamYouTube menyatakan bahwa mulai 24 Agustus 2026, jumlah views akan dihitung sejak video itu diputar, tepatnya dari frame pertama (durasi 00:00).

Standar Baru

Standar baru ini berlaku serentak untuk seluruh jenis format, seperti shorts (video resolusi portrait berdurasi di bawah tiga menit), video panjang, atau video on-demand (VOD), serta live streaming.

Sebelum aturan ini dibuat, YouTube menggunakan skema penghitungan yang berbeda untuk setiap format video yang diunggah ke YouTube.

Kini dengan format baru ini, seluruh format video akan memperoleh sistem penghitungan view yang sama.

Sehingga tidak ada lagi semacam ketimpangan untuk format-format tertentu, misalnya konten kreator yang hanya fokus di format shorts, live streaming, dan sejenisnya.

Selain itu, penonton juga tidak perlu lagi menonton sebuah video dalam durasi waktu tertentu, agar tayangan dari para konten kreator langsung terhitung sebagai views yang tercatat di sistem dashboard.

Alhasil, para konten kreator kemungkinan akan mengalami lonjakan jumlah views yang berbeda dari sebelumnya, termasuk untuk konten-konten lawas yang sudah jarang ditonton.

Menambah Peluang Sponsorship, Tapi Tidak Meningkatkan AdSense

Sayangnya, penambahan aturan jumlah views ini tidak serta merta akan langsung menambah pendapatan dari AdSense.

YouTube menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan memengaruhi skema pendapatan kreator maupun kelayakan mengikuti YouTube Partner Program (YPP), yang menjadi syarat utama untuk memperoleh cuan dari AdSense atau monetisasi.

Untuk saat ini, YouTube masih mempertahankan sistem monetisasi atau pendapatan kreator berdasarkan engaged Shorts views (untuk video shorts) dan engaged watch hours (untuk video panjang).

Sementara untuk persyaratan YPP juga masih menggunakan metrik qualified shorts views (untuk video shorts), dan qualified watch hours (untuk video panjang).

YouTube juga tetap mempertahankan metrik lama bernama engaged views di YouTube Analytics > Advanced Mode.

Metrik ini dapat menunjukkan berapa banyak penonton yang memilih untuk terus menonton video, dan seterusnya.

Perubahan ini diharapkan mampu memberi gambaran yang lebih nyata, mengenai keseluruhan jangkauan sebuah kanal YouTube bagi para subscriber-nya, maupun non-subscriber yang kebetulan mampir tapi sering menonton, dan seterusnya.

Namun kabar baiknya adalah, perubahan metode penghitungan views ini bisa menjadi pemantik masuknya sponsor atau brand baru, untuk peluang kerja sama yang saling menguntungkan di kemudian hari.

Dengan begitu, tanpa harus menunggu atau berharap-harap cemas pada pemasukan AdSense, kanal YouTube Anda tetap mampu menghasilkan cuan dengan cara lain, yang didasarkan pada perubahan cara pengitungan views di setiap konten yang diunggah. (*)

Share This Article
Avatar photo
Lulusan program studi Jurnalistik STMM Yogyakarta, Jurnalis mabur.co, Writing Is Journey Of My Life
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar