Kronologi Kekecewaan Komunitas Ojol terhadap AMPB Saat Aksi Demo di DPR

6 Min Read
Man wearing sunglasses and a dark jacket shouts and points at the camera during a street protest, surrounded by a crowd of reporters and bystanders.
Massa dari komunitas ojol yang murka terhadap Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) saat aksi demo di depan Gedung DPR RI. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI Kamis (27/8/2026) diwarnai munculnya kekecewaan massa ojek online (ojol) Jakarta terhadap Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Perselisihan itu muncul setelah massa AMPB meninggalkan lokasi aksi lebih cepat, usai berdialog dengan pimpinan DPR RI terkait pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Sejumlah pengemudi ojol yang sebelumnya membantu mengawal massa AMPB selama berada di Jakarta mengaku kecewa.

Mereka menilai rombongan AMPB pergi begitu saja tanpa menyampaikan ucapan terima kasih kepada komunitas ojol yang turut membantu pengawalan dan logistik selama aksi berlangsung.

Kekecewaan itu disampaikan salah satu perwakilan ojol, Melva Pardede, di depan Gedung DPR/MPR RI. Sejumlah pengemudi Ojol nampak murka dengan sikap massa AMPB yang pulang lebih cepat dari semestinya.

“Saudaraku Pati, kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian, kalian main pulang saja setelah dari dalam,” ujarnya dalam video yang beredar luas di media sosial.

Menurut Melva, komunitas ojol telah ikut membantu massa AMPB selama berada di Jakarta. Karena itu, ia merasa kecewa ketika rombongan tersebut langsung meninggalkan lokasi setelah bertemu dengan pimpinan DPR.

“Kalian sudah cair, kalian pulang, bagaimana nasib rekan saya saat kalian diciduk oleh aparat?” katanya.

Melva bahkan meminta massa AMPB tidak kembali ke Jakarta apabila RUU Perampasan Aset belum juga disahkan hingga batas waktu yang dijanjikan DPR.

Massa AMPB Pulang Lebih Cepat

Sebelumnya, massa AMPB yang dipimpin Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyuarakan tuntutan terkait RUU Perampasan Aset.

Setelah melakukan audiensi dengan perwakilan pimpinan DPR RI, Botok lantas menyampaikan hasil pertemuan kepada massa. Sekitar pukul 12.00 WIB, Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI di hadapan peserta aksi.

Dalam surat tersebut, pimpinan DPR RI menyatakan komitmen untuk menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.

Setelah mendengar komitmen tersebut, massa AMPB kemudian berangsur meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR RI. Sejumlah peserta berjalan menuju bus yang telah disiapkan untuk membawa mereka kembali ke Pati, Jawa Tengah.

Pembubaran massa berlangsung tertib dan tidak terlihat kericuhan. Namun, kepulangan tersebut kemudian memunculkan kekecewaan dari sebagian pengemudi ojol yang masih berada di lokasi.

Massa Ojol Murka

Massa ojol merasa AMPB tidak tahu berterima kasih meski telah mendapatkan dukungan penuh massa ojol.

Melva mengatakan, komunitas ojol sebenarnya tidak meminta imbalan atas bantuan yang diberikan kepada massa AMPB selama berada di Jakarta.

“Kalian nggak ada terima kasih, kalian setelah ACC di dalam hanya Tuhan yang tahu,” ujar Melva.

Ia mengaku mengetahui adanya pihak-pihak yang memberikan donasi kepada massa AMPB selama berada di Jakarta.

Menurut dia, persoalan tersebut bukan mengenai imbalan, tetapi soal sikap dan penghargaan terhadap pihak yang telah membantu.

“Kami kecewa nggak sesuai ekspektasi. Mereka hanya nyampah di sini. Mereka diberikan donasi nominal, ada yang memberikan uang segepok, kami warga Jakarta nggak minta. Tapi cara kalian sudah memberaki muka kami,” katanya.

Melva kemudian meminta AMPB menyampaikan permintaan maaf dalam waktu 24 jam dan memperingatkan massa AMPB agar tidak lagi menginjakkan kaki di Jakarta.

AMPB Beri Klarifikasi

Menanggapi kekecewaan tersebut, AMPB kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada para pengemudi ojol serta masyarakat Jabodetabek.

Dalam video yang beredar di media sosial, Paijan Jawi alias Sutikno, yang disebut sebagai anggota aktif AMPB, mengatakan pihaknya sebenarnya telah beberapa kali menyampaikan terima kasih kepada komunitas ojol.

“Setiap perjalanan kita mengucapkan terima kasih, Bang Ojol telah melindungi Mas Botok, dan mengawal dan membukakan jalan,” ujar Paijan.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antara AMPB dan komunitas ojol.

“Kalian saudara kami, mohon maaf, terima kasih. Kalau ada kesalahan, warga Pati, kami minta maaf,” katanya.

Botok Minta Maaf

Supriyono alias Botok juga menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan di Facebook. Ia mengucapkan terima kasih kepada komunitas ojol, masyarakat Jabodetabek, serta masyarakat Indonesia yang mendukung aksi AMPB.

“Terima kasih kawan-kawan Ojol, Masyarakat Jabodetabek DAN SELURUH RAKYAT INDONESIA atas dukungan dalam aksi damai 27 Agustus di depan DPR RI,” tulis Botok.

Ia menjelaskan, keputusan menarik massa dari depan Gedung DPR RI dilakukan karena situasi di sekitar lokasi dinilai sudah tidak kondusif.

Menurut Botok, sejak awal AMPB datang ke Jakarta untuk mengawal aspirasi masyarakat secara damai dan tidak memiliki niat membuat kerusuhan.

“Mohon maaf kami terpaksa menarik mundur massa Pati dari depan Gedung DPR RI karena situasi tidak kondusif,” tulisnya.

Ia menegaskan AMPB tidak ingin massa mereka terseret ke dalam situasi yang dapat memicu kericuhan.

“Sesuai komitmen awal AMPB datang ke Jakarta tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan, tapi kami datang ke Jakarta mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan cara damai, santun dan sopan,” katanya.

Botok juga menyampaikan kekhawatiran jika massa AMPB terprovokasi dan kemudian terjadi kericuhan yang justru mencoreng nama Pati.

“Kami tidak mau dibenturkan dengan massa bayaran yang memicu Jakarta chaos, sehingga nama Pati menjadi rusak,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Botok kembali menyampaikan apresiasi kepada komunitas ojol dan masyarakat Jabodetabek yang telah membantu selama aksi.

“Terima kasih banyak atas dukungannya, kebaikan Abang Ojol, masyarakat Jabodetabek dan seluruh warga Indonesia,” tulisnya.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar