Mabur.co – Penyakit kusta seringkali dianggap masyarakat sebagai penyakit berbahaya, yang tidak dapat disembuhkan sama sekali.
Bahkan ada juga sebagian masyarakat lainnya, yang menganggap penyakit kusta sebagai “kutukan”, lantaran penyakit ini membuat indra kulit atau peraba menjadi tidak seelastis biasanya, dan tergolong sulit diobati.
Penyakit ini biasanya datang melalui bakteri, yang berasal dari percikan cairan saluran pernapasan atau droplet (seperti ludah atau dahak/batuk) dari penderita yang keluar saat batuk atau bersin.
Mengacu pada sumber Dinas Kesehatan DIY, penyakit ini sejatinya bisa disembuhkan, dan bukan merupakan penyakit “kutukan” atau semacamnya. Selama masyarakat mampu mengenali gejala ini dengan baik dan cepat, dan segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
Setelah itu, tenaga medis setempat akan melakukan pemeriksaan, menegakkan diagnosis, dan memberikan pengobatan antibiotik secara gratis sesuai standar yang berlaku.
“Nah kalau kita sudah bisa mengenali (gejala penyakit kusta) dari awal, karena dia bakteri, itu sebenarnya bisa disembuhkan, dan dia (penyalit kusta) tidak akan menimbulkan komplikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dan jangan sampai salah menerima informasi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, seperti dilansir dari kanal YouTube Dinas Kesehatan DIY, Kamis (27/8/2026).
Menjalani Pengobatan Sampai Tuntas
Satu hal yang harus diperhatikan selama masa pengobatan penyakit kusta adalah, seluruh prosesnya harus dijalani dengan baik, dan benar-benar dituntaskan sesuai anjuran dokter.
Hal ini perlu dilakukan agar kuman yang menimbulkan bakteri bisa benar-benar hilang dari tubuh, serta tidak menimbulkan dampak kekebalan obat maupun efek samping lainnya.
“Harus dipahami bahwa lepra atau kusta ini bisa disembuhkan secara total, dan ini bukanlah penyakit turunan. Jika masyarakat mengetahui adanya gejala penyakit kusta ini, segera lakukan pengobatan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, agar bisa segera ditangani dengan maksimal oleh dokter,” tambahnya.
Gregorius meyakini, penderita kusta tetap memiliki hak hidup yang sama dengan masyarakat lainnya. Sehingga tidak perlu dijauhi atau dihindari sedemikian rupa.
Cukup diberikan penanganan yang tepat dan teratur, maka penyakit ini bisa benar-benar disembuhkan, dan penyintas kusta akan mampu menjalani kehidupan yang layak, sebagaimana masyarakat lainnya. (*)
