Mabur.co – Mirip seperti di film-film, aksi pencurian artefak emas kuno yang disimpan dengan sistem keamanan tingkat tinggi terjadi di Museum Villena, Provinsi Alicante, Spanyol, pada Kamis (27/8/2026) kemarin.
Sebegitu profesional dan terlatihnya para pencuri, aksi tersebut bahkan berlangsung dalam waktu sangat singkat. Hanya butuh sekitar 4 menit, para pencuri berhasil membobol ruang penyimpanan dan membawa kabur artefak kuno berusia 3000 tahun.
Dilansir dari situs BBC, Jumat (28/8/2026), hingga saat ini polisi masih menghitung jumlah pasti artefak yang hilang. Namun, pihak museum memastikan sejumlah cincin, mangkuk, dan gelang diketahui telah hilang.
Artefak Kuno
Sejumlah barang kuno itu sendiri diketahui merupakan artefak kuno yang dikenal sebagai Harta Karun Villena. Ditemukan pada 1963 oleh arkeolog Jose María Soler dan diperkirakan berasal dari sekitar 1.000 tahun sebelum Masehi.
Total koleksi terdiri atas lebih dari 60 benda, termasuk 29 gelang, 11 mangkuk dan tiga botol. Sebagian besar terbuat dari emas, dengan berat keseluruhan hampir 10 kilogram. Selain emas, terdapat pula benda berbahan perak, besi, dan amber.
Menurut laporan saksi-saksi, aksi pencurian itu berlangsung cepat. Para pelaku diduga melakukan pengalihan dengan membunyikan alarm di sebuah pusat olahraga tak jauh dari museum. Polisi langsung datang menuju lokasi tersebut.
Lalu para pencuri memanfaatkan situasi tersebut dengan masuk ke dalam museum dan hanya membutuhkan waktu sekitar empat menit untuk mengambil sejumlah artefak sebelum meninggalkan gedung.
Wali Kota Villena, Fulgencio Cerdán, mengatakan, sebagian besar harta karun, terutama benda-benda emas, telah dibawa kabur.
“Kota itu hancur lebur,” kata Cerdán, seperti dikutip BBC. Ia menyebut koleksi tersebut bukan sekadar benda bersejarah, tetapi bagian penting dari identitas dan warisan masyarakat Villena.
Aksi Profesional
Dewan Kota Villena menyebut, aksi tersebut dilakukan dengan sangat cepat dan profesional. Pihak museum juga menegaskan tidak menemukan adanya kegagalan sistem keamanan karena seluruh sistem alarm telah berfungsi.
Pencurian ini menjadi kasus terbaru dalam rangkaian pencurian yang menyasar museum-museum di Eropa.
Pada Oktober 2025, Museum Louvre di Paris juga menjadi sasaran pencurian. Pelaku membawa kabur sejumlah perhiasan dalam aksi yang berlangsung sekitar delapan menit.
Sementara itu, pekan lalu, empat karya seniman Renaisans Antonello da Messina dilaporkan dicuri dari sebuah museum di Sisilia, Italia.
Kasus di Museum Villena kini masih diselidiki polisi. Pihak berwenang juga berupaya melacak artefak-artefak bersejarah yang hilang agar dapat dikembalikan ke museum.
