Mabur.co – Seiring dengan tingginya kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu yang semakin banyak dan kompleks, kehadiran robot Humanoid asal Cina semakin terdongkrak dan masif dalam beberapa waktu terakhir.
Menyadari hal itu, produsen robot Humanoid, Unitree Robotics, memberanikan diri masuk ke pasar saham pada awal Agustus ini, guna mendapatkan lebih banyak pendanaan, sebagai pendukung pengembangan robot yang lebih ramah terhadap kehidupan manusia sehari-hari.
Keputusan itu pun bisa dibilang tidaklah sia-sia. Karena hingga akhir bulan Agustus ini, saham mereka melonjak drastis sebesar 629% pada lonjakan pembukaan pertama, dan bertahan di angka 460% dari harga penawaran setelah sesi penutupan. Sehingga memberikan perusahaan ini tambahan nilai kapitalisasi pasar sebesar 445 miliar yuan, atau 66 miliar US dollar.
Selain itu, lonjakan ini juga ikut mendongkrak kekayaan bersih sang Chairman sekaligus CEO Unitree Robotics, Wang Xingxing, yakni sebesar 16 miliar US dollar, atau sebesar Rp283 triliun.
Lonjakan ini datang seiring dengan harapan besar dari masyarakat Cina terhadap perkembangan dunia robotik dalam membantu pekerjaan manusia sehari-harinya, yang turut diiringi dengan kemajuan AI (Artificial Intelligence) dalam berbagai sektor kehidupan saat ini, khususnya dalam dunia digital.
Apalagi, pemerintah Cina juga mendukung perkembangan industri-industri teknologi semacam ini, mulai dari robotika hingga semikonduktor.
Terus Dikembangkan
Menurut laporan dari laman Detik, Sabtu (29/8/2026), Unitree mengaku bahwa perkembangan robot Humanoid saat ini masih dalam tahap awal komersialisasi di pasaran. Sehingga penggunaannya diperkirakan belum terlalu masif untuk pekerjaan-pekerjaan yang begitu kompleks.
Meski begitu, dalam jangka pendek, robot ini sudah bisa digunakan untuk keperluan penelitian research and development (R&D), pengajaran, dan juga pertunjukan robotik.
Sementara untuk jangka panjang, Unitree menyebut bahwa robot ini akan mampu melakukan pekerjaan pabrik maupun tugas-tugas khas rumah tangga (mencuci, memasak, memindahkan barang, dan lain-lain).
Hal ini tentunya akan semakin didukung dengan biaya hardware yang semakin murah, serta kemajuan AI yang semakin canggih di masa depan, sehingga keberadaan robot semacam ini merupakan sebuah keniscayaan yang sulit dihindari, khususnya di tengah modernitas kehidupan yang semakin kompleks.
Robot ini diperkirakan memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan menjadi komoditas baru yang dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia, tidak hanya di Cina saja.
Dari yang awalnya terjual 20.000 unit pada 2025 lalu, robot ini berpotensi terjual sebanyak 1,2 juta unit pada tahun 2030 mendatang, dengan nilai pasar sebesar 37 miliar US dollar. (*)
