Mabur.co – Pegiat media sosial, Ferry Irwandi, membuka gerakan “Patungan untuk Hutan” guna mengajak masyarakat ikut membantu perlindungan dan pemulihan hutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan.
Gerakan penggalangan dana itu pun viral di media sosial dan langsung mendapat respons besar dari masyarakat.
Hanya sekitar satu jam setelah dibuka, donasi yang terkumpul mencapai Rp1 miliar. Hingga Jumat (4/9/2026) siang ini, jumlahnya bahkan telah menembus Rp2 miliar.
Ferry mengumumkan gerakan tersebut melalui sejumlah akun media sosial pribadinya termasuk Instagram.
Gotong Royong Hadapi Karhutla
Ia mengajak masyarakat bergotong royong menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Ferry, persoalan kebakaran hutan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Dampaknya dapat meluas pada habitat satwa, sumber air, kualitas udara hingga kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Karena itu, dana yang terkumpul melalui Patungan untuk Hutan akan digunakan untuk tiga program utama, yakni mitigasi kebakaran hutan dan lahan, respons kedaruratan, serta restorasi ekosistem hutan.
Ferry mengatakan, gagasan pendanaan untuk perlindungan hutan bukan sesuatu yang sederhana. Diperlukan riset, dialog dengan berbagai pihak, pemahaman terhadap aturan serta peninjauan langsung kondisi di lapangan.
Skema Pendanaan Kolektif
Ia menyebut, berbagai proses tersebut telah dilakukan sehingga skema pendanaan kolektif untuk perlindungan hutan kini dapat dijalankan.
Ferry juga menilai, keberadaan hutan memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Hutan yang terjaga membantu mempertahankan cadangan karbon, menjaga kelembapan lahan gambut, melindungi habitat satwa serta mempertahankan sumber air.
“Karena selama hutannya tetap berdiri, karbon tetap tersimpan, gambut tetap basah, habitat satwa tetap ada, risiko kebakaran bisa ditekan, sumber air tetap terjaga, maka masyarakat di sekitarnya tetap punya ruang untuk hidup,” ujar Ferry.
Sebelumnya, Ferry menyebut penggalangan dana serupa berhasil mengumpulkan Rp10,3 miliar untuk Sumatra dan Rp9 miliar untuk Flores.
Kini, melalui Patungan untuk Hutan, ia mengajak masyarakat kembali menunjukkan kekuatan gotong royong untuk mendukung orang-orang yang berada di garis depan menjaga kawasan hutan.
Ferry menegaskan, upaya tersebut tidak bisa dilakukan seorang diri. Menurutnya, dukungan masyarakat diperlukan agar perlindungan hutan memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan.
“Mari bersama-sama kita lakukan demi kehidupan yang lebih baik untuk hari yang akan datang. Mari patungan untuk hutan,” kata Ferry.
