Fenomena Tahunan, Habis Karhutla Muncullah Sawit

3 Min Read
Field of young green sprouts in dark soil; magnified circle shows a weed seedling to identify.
Bibit tanaman sawit yang tumbuh di lahan bekas kebakaran hutan. Foto: Istimewa

Mabur.co – Fenomena tahunan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menguatkan dugaan publik.

Api bukanlah musibah alam semata, melainkan alat produksi yang sengaja disulut demi mengalihfungsikan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit secara instan dan murah.

Peta pola bencana yang berulang dari tahun ke tahun memperlihatkan alur yang sama dan sistematis, hutan dibakar hingga hangus, disapu bersih.

Lalu tak lama kemudian jajaran bibit sawit hijau mulai menghiasi lahan bekas abu tersebut. Temuan bibit kelapa sawit di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menarik perhatian publik.

Sindiran “habis hutan terbakar, terbitlah sawit” merupakan fenomena nyata seiring melonjaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pola Berulang Manipulasi Lahan

Ungkapan yang memplesetkan buku RA Kartini tersebut bukan sekadar gurauan, melainkan kritik tajam atas pola berulang di mana lahan hutan yang hangus dilalap api secara mencurigakan, langsung berubah menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal tak lama setelah padam.

Dilansir akun Instagram Face of Indonesia, Rabu (2/9/2026), keberadaan tanaman sawit di kawasan bekas terbakar memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul serta aktivitas penanaman di area tersebut.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku menanam bibit tersebut. Pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap kondisi dan aktivitas di sekitar area bekas kebakaran untuk menelusuri asal-usul tanaman.

Warga setempat mempertanyakan siapa yang menanam dan meminta pihak berwenang serta pengelola lahan segera melakukan investigasi.

Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu perubahan fungsi lahan secara sepihak dan berpotensi menimbulkan sengketa tanah.

Praktik Korporasi Penguasaan Lahan

Sementara itu, kemarahan atas praktik korporasi maupun perorangan ini tampak saat Bupati Siak Afni Zulkifli, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi karhutla di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.

Di tengah kepulan asap dan puing-puing lahan yang hangus, Afni menemukan bukti tak terbantahkan berupa potongan batang dan akar pohon berukuran besar yang sengaja ditebang menggunakan alat sebelum dibakar.

“Nih ya, katanya pemilik namanya Galih, warga Pekanbaru. Saya enggak peduli siapa pun Anda. Akar pohon sudah sebesar ini ditebang, habis itu dibakar. Enak kali Si Galih,” tegasnya dilansir Kompas.com, Rabu (2/9/2026).

Afni menegaskan, modus semacam ini sudah sangat tertebak demi melapangkan jalan bagi industri sawit ilegal.

“Nanti udah bersih, dia tanam sawit. Enggak ada ceritanya. Ini tiga sampai enam bulan ke depan akan dipantau. Enggak ada ceritanya jadi sawit di sini,” lanjutnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar