Mabur.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta melakukan uji coba sirine alat peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di empat sungai, sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sistem peringatan dini sebelum terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menjelaskan, telah melaksanakan uji coba EWS dan peralatan EWS, apakah berbunyi atau tidak. Juga sosialisasi rambu-rambu, apa peringatan dini EWS.
Jenis Status
Di dalam rambu-rambu ini ada status awas, waspada, siaga. Awas misalnya, bertujuan agar masyarakat memahami, saat alat EWS berbunyi, bisa mempersiapkan diri segala sesuatunya. Bisa menentukan titik kumpul dan sebagainya.
Simulasi ini digelar sebagai bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.
“Simulasi ini memastikan seluruh sistem peringatan dini berfungsi optimal,” ujarnya saat ditemui di Gendeng Baciro, Rabu (2/9/2026).
Nur Hidayat terus sosialisasi kegiatan agar EWS bisa dipahami masyarakat. Ini suatu alat yang sangat vital untuk peringatan dini. Karena dalam kebencanaan peringatan dini, alat nomor satu dalam menyelamatkan diri.
“Saya meminta kepada masyarakat, tolong alat ini dirawat dan juga dipahami untuk penggunaannya,” ucapnya.
Warga Bantaran Lebih Waspada
Sementara itu, Ketua KKTB Gendeng, Dedi Hermawan, mengatakan, dengan adanya EWS sangat berarti. Khususnya yang ada di bantaran sungai terutama ketika menghadapi air pasang atau banjir.
Sistem EWS di wilayah bekerja dengan baik dan sering memberikan peringatan dini saat debit air meningkat.
“Bunyi alarm peringatan sering terdengar ketika hujan deras,” ucapnya.
