Mabur.co – Keseruan terlihat saat 76 atlet paralayang beradu ketepatan mendarat di kawasan Girisembung, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo. Para atlet harus mengatur arah penerbangan dari udara sebelum mengincar titik sasaran di area pendaratan.
Setiap pendaratan menjadi penentu perolehan poin. Semakin tepat atlet mendarat di titik sasaran, semakin besar nilai yang diperoleh.
Tantangan semakin menarik karena kawasan Girisembung memiliki thermal, yakni kolom udara hangat yang naik akibat pemanasan permukaan bumi. Kondisi ini membuat atlet harus mampu membaca pergerakan udara dan mengendalikan parasut hingga mendekati titik pendaratan.
Pemandangan dari udara juga menjadi daya tarik tersendiri. Para atlet dapat menikmati hamparan persawahan dan perbukitan Menoreh selama melakukan penerbangan.
Lomba Paralayang Tingkat Nasional Pertama
Sebanyak 76 atlet dari delapan provinsi mengikuti lomba paralayang tingkat nasional kategori ketepatan mendarat yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Para peserta berasal dari berbagai daerah mulai dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra hingga Kalimantan.
Kejuaraan ini menjadi lomba paralayang tingkat nasional pertama yang digelar di Girisembung sekaligus menandai dibukanya area terbang paralayang di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, mengatakan karakter Girisembung menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata olahraga.
“Selain untuk mengembangkan olahraga paralayang, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi sport tourism di Kulon Progo. Kondisi alam dan pemandangan di Girisembung sangat mendukung,” kata Sutarman, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Sutarman, kejuaraan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi atlet muda untuk menambah pengalaman dan jam terbang.
Salah satu peserta asal Jawa Barat, Galoh Ghani, mengaku mengikuti lomba tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus jam terbang.
“Saya melakukan persiapan sekitar dua hari. Selain mengikuti lomba, saya ingin menambah pengalaman dan jam terbang di lokasi baru,” ujar Galoh.
Ketepatan Mendarat
Dalam perlombaan kategori ketepatan mendarat ini, para atlet ditantang mendarat sedekat mungkin dengan titik sasaran. Lima atlet terbaik kemudian diperebutkan sebagai juara.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum bagi Kulon Progo untuk memperkenalkan Girisembung sebagai kawasan olahraga dirgantara sekaligus destinasi wisata berbasis alam.
