Seniman Abdi Karya Padukan Sarung Nusantara Jadi Perangkat Gym Fitness

3 Min Read
Abdi Karya saat menunjukkan gym ala Sarung Nusantara di antara pengunjung turis mancanegara. Foto: Dok Pribadi

Seniman Abdi Karya asal Makassar yang kini menetap di Bantul-Yogya menggelar pameran tunggal.

Ia mengundang sejumlah seniman, sastrawan, teaterawan, perupa, budayawan dan sejumlah pengunjung manca negara untuk hadir dalam pembukaan pameran tunggalnya beberapa waktu lalu yang bertema MENS SARUNG IN CORPORE SAN di Galeri Eleven Jl. Keloran No. 9, Tirtonirmolo, Bugisan, Bantul, DIY. Pameran tersebut hingga kini masih berlangsung sampai akhir September 2026.

“Saya tumbuh besar dengan ayah seorang instruktur olahraga, juga ibu dan nenek yang berprofesi sebagai penenun sarung Bugis. Saya menemukan keterkaitan tak terduga antara ruang olah raga di gym dan alat tenun. Performativitas keduanya menghadirkan tubuh yang repetitif serta penuh ritme,” jelas performer berdarah Bugis-Makassar ini.

Aneka Sarung Nusantara

Pameran ini mengeksplorasi berbagai jenis dan corak sarung Nusantara. Dari sarung songket bergaya Kalimantan, sarung bercorak NTT, sarung bercorak batik kain Jawa dan tak ketinggalan sarung Sa’be asal Bugis-Makassar dan Mandar asal tanah kelahiran Abdi Karya.

Abdi menggunakan pola ikat sarung dengan berbagai kreativitas, baik yang terinspirasi dari cara-cara masyarakat Nusantara menggunakan dan memanfaatkan sarung sebagai peralatan hidup sehari-hari, hingga dalam bentuk-bentuk lain yang murni dari kreativitas Abdi sendiri, hingga memadukan dengan beberapa perangkat Gym seperti tali dan gagang atau pegangan yang biasa digunakan dalam alat-alat Gym modern.

Sesekali Abdi bergerak di antara karya-karya pamerannya, mempraktikkan cara penggunaannya, serta menjelaskan fungsi budaya dan fungsinya untuk kebugaran tubuh.

Sesekali Abdi menerangkan dalam bahasa Inggris untuk sejumlah pengunjung manca negara, sesekali dalam bahasa Bugis dan Makassar untuk sejumlah pengunjung mahasiswa asal Bugis-Makassar yang memberi apresiasi tinggi atas karya Abdi kali ini, yang mampu menarik benang merah masa lalu dan masa kini secara up to date.

Pameran ini tentu tidak hanya berfungsi sebagai show up sejumlah karya seni belaka, tetapi juga diharapkan mampu memicu tumbuhnya pariwisata di Yogya pada khususnya dan Tanah Air Indonesia pada umumnya, atas kunjungan dan apresiasi sejumlah turis manca negara yang datang ke pameran ini.

Kolaborasi Kearifan Lokal dan Gaya Hidup Perkotaan

Melihat langsung bagaimana kearifan lokal di-up grade dan menemukan konteks kekinian serta kecenderungan masyarakat terutama di perkotaan. Sebab olah raga gym fitness sedang menjadi gaya hidup masyarakat di masa kini.

“Dalam pameran ini, perangkat gym bertemu konstruksi alat tenun tradisional. Pengunjung diajak untuk mengalami peristiwa membentuk tubuh fisik dan tubuh kedua (pakaian/sarung) secara bersamaan. Gerakan seperti menarik, mengangkat, menekan, mengayun, peristiwa olah raga bertransformasi menjadi gerakan menenun melalui karya yang dipajang dan sengaja dirancang untuk diaktivasi,” pungkasnya sambil berkeliling di antara beberapa bentuk sarung yang diikat sedemikian rupa hingga menjadi sebuah pertunjukan karya seni yang inovatif-berkarakter.

Tahniah untuk Abdi Karya dan tetaplah berkarya sebagaimana namamu selalu. ***

TAGGED:
Share This Article
Sastrawan, Antropolog.
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar