Mabur.co – Semangat hidup memang terkadang selalu naik dan turun. Fluktuasinya juga seringkali tidak menentu. Karena dalam satu momen tertentu, semangat manusia bisa dengan mudah berubah-ubah, tergantung mood (mood swing), bagaimana cara kita dan lingkungan menyikapi, sesuai preferensi masing-masing.
Hal itulah yang dilakukan oleh Aulia Nuur Hafifah, seorang lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY pada 2025 lalu, untuk menuliskan semangat hidup melalui karya antologi puisi terbarunya, yang diberi judul Bangunkan Aku Jika Desember Berakhir.
Secara umum, antologi puisi ini bercerita tentang bagaimana ia menemukan puisi, yang memiliki dimensi lain di dalamnya, seperti udara, atmosfer, dan lain sebagainya.
Kemudian setiap dimensi itu dapat tumbuh dan berkembang sesuai jalannya masing-masing, dan mampu menjadi penyemangat bagi Aul, panggilan akrabnya, untuk terus termotivasi dan mempunyai semangat dalam kehidupan.
“Jadi antologi ini tuh terkait dunia puisi dan semestanya. Semesta yang membangun aku dari kecil sampai dewasa seperti sekarang, Jadi istilahnya tuh, puisi itu punya nyawa, dan bisa berbicara kepada orang-orang (manusia), orang itu juga bisa tahu pesannya (dari puisi) itu tentang apa, yaitu ya tentang puisi aja sih.
Jadi kayak puisi itu punya semesta (sendiri), punya atmosfer, dan bisa berbicara ke semua orang. Dan itu intinya tentang bicara (melalui puisi), bukan tentang cinta, tapi tentang dimensi lain yang ada di luarnya. Lengkap gitu,” ucap Aulia Nuur Hafifah, dalam sesi bedah buku antologi puisi berjudul Bangunkan Aku Jika Desember Berakhir, dalam rangkaian acara Selasa Sastra di Kelingan Garden & Cafe, Bejen, Bantul, seperti dilansir dari kanal YouTube Bang Tedi Way, Selasa (1/9/2026).
Terinspirasi Lagu Green Day
Ada pun judul Bangunkan Aku Jika Desember Berakhir ini tidaklah datang begitu saja. Melainkan berasal dari salah satu single milik band dunia asal Amerika Serikat, Green Day. Di mana band yang digawangi oleh vokalis Billie Joe Armstrong ini, pernah meluncurkan sebuah single berjudul Wake Me Up When September Ends, yang sempat hits pada 2005.
“Ya sebenarnya antara iya dan tidak sih. Cuman kan aku dekat banget sama Green Day karena ibuku kebetulan juga suka sama Green Day. Jadi biar sama kayak ibuku aja, gitu,” papar Aul.
Selain sesi bedah dan diskusi buku antologi puisi berjudul Bangunkan Aku Jika Desember Berakhir, Selasa Sastra edisi September 2026 kali ini juga turut menampilkan sesi bedah buku antologi puisi lainnya, yang berjudul Lukisan Bintang, karya Felis Angela Lydia.
Selain itu, ada pula beberapa penampilan sastra spesial lainnya, seperti dari Tedi Kusyairi, Endang WInarsih, Budi Baik Hati, Sunawi, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya itu, Selasa Sastra kali ini juga turut menghadirkan performance spesial dari Ananta Coustik, dan seterusnya. (*)
