Mabur.co – Dunia literasi memang tidak ada matinya. Di tengah gempuran dunia digital yang semakin masif dalam beberapa tahun terakhir, dunia literasi tetap mampu beradaptasi dengan setiap perubahan zaman.
Banyak pihak kini mulai mengimplementasikan dunia literasi dalam bentuk yang lebih kekinian, serta mudah diterima oleh para generasi muda.
Salah satu yang turut mengimplementasikan dunia literasi secara digital adalah pangkalan TNI AU (Angkatan Udara) Lanud Adisutjipto, Sleman, Yogyakarta.
Melalui aplikasi bernama “Literasi Negeriku” yang baru diluncurkan pada awal tahun ini, pangkalan Lanud Adisutjipto hendak menghadirkan dunia literasi secara digital, yang mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski dibuat oleh kalangan TNI AU, namun aplikasi ini tidak hanya ditujukan kepada civitas prajurit semata, melainkan juga terbuka bagi masyarakat umum, serta dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan usia.
“Ini (Literasi Negeriku) adalah sebuah gagasan untuk menghadirkan implementasi literasi yang ada di Indonesia, ketika hadir dalam berbagai event. Dalam aplikasi ini kita membuat beberapa macam program. di mana kami ingin menyampaikan bahwa eksistensi literasi itu masih bisa diwujudkan dalam banyak hal, termasuk dengan melakukan pendekatan teknologi,” ujar founder aplikasi “Literasi Negeriku”, Kolonel Tek. Dr. Ir. Ardian Infantono, Selasa (8/9/2026).
Perpustakaan Digital Gratis
Ada pun salah satu fitur yang dimiliki oleh Literasi Negeriku adalah Perpustakaan Digital.
Perpustakaan ini menyediakan berbagai buku digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Serta menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah tertentu, khususnya terkait bahan bacaan secara digital, yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
“Dalam Literasi Negeriku ini, kita juga memberikan perpustakaan gratis Literasi Negeriku kepada masyarakat, dan sudah bisa diakses di Android, iOS, dan Mac secara gratis. Dengan fitur ini (perpustakaan digital), masyarakat bisa lebih memahami buku digital itu seperti apa. Atau mungkin kalau di sekolahnya belum ada perpustakaan digital, dan seterusnya. Semuanya bisa menjadi anggota di perpustakaan ini selama-lamanya,” tambah Ardian.
Dengan hadirnya aplikasi “Literasi Negeriku” ini, Ardian ingin membuktikan bahwa tingkat literasi Indonesia sejatinya tidaklah seburuk seperti yang dilaporkan oleh banyak pihak.
Ia meyakini dunia literasi Indonesia akan mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun mendatang, ketika seluruh sumber daya mampu bersinergi satu sama lain. Sehingga membuat tingkat literasi Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pihak asing.
Sosialisasi mengenai aplikasi ini juga sudah dilakukan di beberapa event literasi, salah satunya Jogja Book Fair 2026 di kompleks Grhtama Pustaka, Banguntapan, Bantul, yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu. (*)
