Mabur.co – Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa, merupakan masjid kuno yang berada di Kota Cirebon dan terkait dengan sejarah Islam.
Masjid ini terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi masjid ini berada di bagian barat Alun-alun Kota Cirebon.
Menurut cerita, masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 Masehi atau semasa Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Nama masjid ini diambil dari kata “sang” yang bermakna keagungan, “cipta” yang berarti dibangun, dan “rasa” yang berarti digunakan.
Menurut tradisi, pembangunan masjid ini dikabarkan melibatkan sekitar lima ratus orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon sendiri.
Sunan Kalijaga sebagai Arsitek
Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (22/9/2026), dalam pembangunannya, Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsitek.
Selain itu, Sunan Gunung Jati juga memboyong Raden Sepat, arsitek Majapahit yang menjadi tawanan perang Demak-Majapahit, untuk membantu Sunan Kalijaga merancang bangunan masjid tersebut.
Dahulu masjid ini memiliki memolo atau kemuncak atap. Namun, saat azan pitu (tujuh) salat Subuh digelar untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, kubah tersebut pindah ke Masjid Agung Banten yang sampai sekarang masih memiliki dua kubah.
Karena cerita tersebut, sampai sekarang setiap salat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa digelar azan pitu. Yakni, azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.
Arsitektur Perpaduan Gaya Jawa dan Hindu Majapahit
Gaya arsitektur masjid mengambil perpaduan gaya Jawa dan Hindu Majapahit. Terlihat dari gapura di bagian halaman masjid dan serambi.
Tembok merah berdiri rapi dan kokoh di kompleks Keraton Kasepuhan. Di dalamnya terdapat bangunan menyerupai bentuk limas dengan 3 tingkat di bagian atapnya.
Meski terlihat kuno dan tua, namun bangunan ini tetap tangguh meskipun sudah melewati banyak zaman.
