Bikin Merinding, Kain Batik Motif Slobog dan Parang Disiapkan Guruh Soekarnoputra untuk Pemakamannya

3 Min Read
Funeral scene: mourners surround a body on a red-clothed bier in a bright, ornate room.
Suasana rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra. (Foto: Rmol)

Mabur.co – Dua kain batik peninggalan Fatmawati digunakan untuk melapisi kain kafan jenazah almarhum Guruh Soekarnoputra yang diketahui meninggal pada hari ini, Sabtu, 26 September 2026.

Dua kain tersebut diketahui merupakan kain favorit sang Ibunda Guruh, Fatmawati, yang juga dikenal sebagai sosok di balik penjahit bendera pusaka Merah Putih.

Sebelum meninggal dunia, Guruh diketahui telah menyiapkan sendiri sejumlah kain yang akan digunakan untuk pemakaman dirinya. Selain dua kain batik, sebuah kain ikhram juga dipilih untuk upacara pemakaman.

“Beliau (almarhum Guruh) sepertinya sudah menyiapkan ya, kain-kainnya yang sudah akan digunakan, kain favorit dari Bu Fat (Fatmawati),” kata Sandiaga, dikutip CNN Indonesia.

Dari sejumlah foto yang beredar, nampak dua kain batik dengan dua motif berbeda digunakan untuk menutup peti mati almarhum Guruh Soekarnoputra di rumah duka.

Batik Motif Slobog dan Motif Parang

Dua jenis batik itu terlihat berupa motif slobog dan motif parang. Keduanya sendiri dikenal memiliki makna filosofis yang sangat mendalam.

Dikutip dari berbagai sumber, batik motif slobog dikenal sebagai salah satu motif batik klasik dari Solo dan Yogyakarta. Nama slobog dimaknai sebagai sesuatu yang longgar, lapang, atau ikhlas.

Dalam tradisi Jawa, slobog berkaitan dengan suasana duka dan kematian. Motif ini menjadi simbol doa agar orang yang meninggal mendapatkan jalan yang lapang dalam menghadap Sang Pencipta.

Slobog juga dimaknai sebagai doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan ketenangan serta mampu menerima takdir dengan lapang dada.

Sementara itu, motif parang memiliki pola diagonal yang tersusun secara berkesinambungan. Pola tersebut antara lain dimaknai sebagai simbol semangat pantang menyerah dan perjuangan yang terus berlangsung.

Rangkaian pola parang yang saling terhubung juga melambangkan kesinambungan kehidupan dan keturunan. Garis diagonalnya dimaknai sebagai keteguhan prinsip, kewibawaan, dan kebijaksanaan.

Dalam sejumlah penafsiran, motif parang juga dikaitkan dengan perjuangan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu dan terus memperbaiki diri.

Sosok yang Mencintai Seni dan Kebudayaan

Dua motif batik tersebut seolah menggambarkan apa yang ingin disampaikan Guruh Soekarnoputra. Terlebih Guruh selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai seni dan kebudayaan.

Guruh Soekarnoputra sendiri diketahui meninggal dunia pada usia 73 tahun pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Putra bungsu Presiden Soekarno sekaligus adik Megawati Soekarnoputri itu kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Pusat di samping sang ibunda Fatmawati. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar