Mabur.co – Jika kamu mampir ke Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, di Jl. Pedes Godean Km 1,5 jangan kaget kalau di Balai Kalurahan yang biasanya memberikan pelayanan umum, mulai dari urusan KTP, pelayanan surat domisili dan semacamnya, kini ada banner berukuran sedang, di sudut ruangan pojok baca, bertuliskan PELADI MAKARTI.
Pelayanannya tetap seperti biasa, Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB. Hanya saja, fungsinya meluas, dari urusan KTP menjadi urusan masa depan kerja.
Untuk Menekan Angka Pengangguran
Di tingkat DIY, program ini memang gebrakan baru.
“Dalam rangka menekan angka pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta maka Disnakertrans DIY mengadakan program ini sebagai gebrakan dalam mengurangi pengangguran di DIY dengan menugaskan petugas di kalurahan sebagai PELADI MAKARTI,” ungkap Dwi Pracaya, S.E. pejabat Ulu-Ulu Kasi Kemakmuran dan Pembangunan di Kalurahan Argomulyo (Pamong Kalurahan/Perangkat Desa) di Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, pada Rabu pagi, 7 Oktober 2026.

Hal ini senada dengan rilis Kalurahan Gari, Gunungkidul, salah satu dari 50 kalurahan pilot project pertama yang di-SK-kan Gubernur DIY Nomor 325/Kep/2024 tentang Penetapan Kalurahan dengan Pelayanan Ketenagakerjaan.
Awalnya hanya 50 kalurahan di 4 kabupaten, kini laporan Media Center Sembada Sleman menyebut: “Sebanyak 110 kalurahan di DIY kini memiliki Pelayanan Ketenagakerjaan di Tingkat Kalurahan (Peladi Makarti). Argomulyo adalah salah satu yang kini masuk gelombang perluasan itu,” lanjut Dwi Pracaya.
Argomulyo: Bukit Mulya
Secara historis Kalurahan Argomulyo, dari namanya saja: Argo artinya bukit, mulyo artinya mulia. Kondisi tanahnya di utara subur, selatan berbukit.
Kalurahan ini gabungan 4 bekas kalurahan: Kemusuk, Watu, Pedes, Kaliberot, sejak Maklumat 1946. Di Dusun Kemusuk inilah Presiden ke-2 RI Jenderal Besar Soeharto lahir.

Di masa lalu hingga sekarang, anak muda di Argomulyo juga harus merantau ke kota hanya untuk mencari lowongan kerja. Di sinilah pentingya kehadiran Peladi Makarti di Argomulyo hari ini untuk memotong rantai itu.
“Peladi Makarti merupakan helpdesk untuk memberikan informasi ketenagakerjaan dan upaya proaktif pengurangan angka pengangguran di tingkat kalurahan dengan menyediakan akses informasi mengenai lowongan kerja, perlindungan PMI, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kompetensi kerja,” tulis rilis kalurahan lain, seperti Kalurahan Tamanmartani, yang juga masuk dalam pilot project ini.
Warga Sedang Giat Membangun Kembali Gapoktan
Artinya warga Argomulyo, entah dari Pedes, Watu, atau Puluhan, bisa datang langsung ke kalurahan, bukan hanya untuk minta surat keterangan miskin dan semacamnya, tapi untuk tanya: “Adakah magang ke Jepang, ke Arab, ke Malaysia? Untuk pelatihan barista? Jamsos tenaga kerja? Semua lewat satu pintu di sini.”
Menariknya, menurut situs resmi Kalurahan Argomulyo, warga di sini sedang giat membangun kembali Gapoktan 2026-2029 dan desa wisata.
Bayangkan jika skenarionya nanti malam: petani padi di pagi hari ikut Gapoktan, sore harinya anaknya cek info Peladi Makarti untuk pelatihan operator alat pertanian modern.
Ini semuanya tentu terobosan yang luar biasa. Mitos lama di Sedayu bilang, orang harus turun gunung untuk cari kerja.
Dengan adanya Peladi Makarti, sekarang gunungnya yang turun, mendatangkan kerja ke warganya. ***
