Inovatif! Rycha Ayu Ubah Gypsum Jadi Permainan Edukatif Menarik

2 Min Read
Smiling woman wearing a tan hijab and peach blouse holds up a white craft in a clear plastic bag at a craft fair, with artwork displayed on a blue-green wall behind her.
Owner Jemarica, Rycha Ayu. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Siapa sangka gypsum yang biasanya diidentikkan sebagai material plafon atau komponen bangunan, di tangan yang tepat justru bisa menjelma menjadi permainan edukatif bagi anak-anak.

Tepung gypsum bisa diubah menjadi berbagai karakter hewan, boneka, bentuk buah, bunga, kue donat, mobil-mobilan hingga pesawat. Berbagai karakter dan bentuk gypsum itu juga bisa diwarnai sehingga lebih hidup.

Hands with rings sorting small white bear-shaped figurines in a wooden crate filled with toys.
Gypsum yang biasanya diidentikkan sebagai material plafon atau komponen bangunan, di tangan yang tepat justru bisa menjelma menjadi permainan edukatif bagi anak-anak. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Owner Jemarica, Rycha Ayu, memperkenalkan gerabah lukis dan gypsum lukis. Ia mengajak masyarakat kembali mengenal produk tradisional dan dolanan anak yang mulai jarang ditemui.

Rycha menjelaskan, nama Jemarica berasal dari kata “jemari” dan namanya, Rica. Karena itu, Jemarica membawa gagasan tentang karya yang lahir dari tangan dan kreativitas.

Gerabah Lukis dan Gypsum Lukis

“Kami punya produk gerabah lukis dan gypsum lukis,” katanya, Rabu (7/10/2026).

Menurut Rycha, sejak 2020, Jemarica mengembangkan gerabah lukis sebagai media edukasi.

“Produk ini mengajak anak mengenal kembali permainan dan kerajinan tradisional. Paket melukis mulai Rp15.000 hingga Rp50.000. Dengan demikian, anak-anak dapat belajar sambil bermain dan berkarya,” katanya.

Rycha mengatakan pula, Jemarica tetap mempertahankan proses tradisional. Tim mengolah tanah liat dari lingkungan sekitar, kemudian membentuk dan membakar hingga menjadi gerabah.

Beri Ruang Anak Perluas Kreativitas

Sementara itu, produk gypsum menggunakan teknik cetak yang dipadukan dengan teknik pijit. Proses tersebut memberi ruang bagi anak untuk mengenal bentuk, warna, dan kreativitas.

“Saya berharap masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta semakin mengenal produk tradisional,” ucapnya.

Rycha ingin memperkenalkan kembali dolanan anak yang kini semakin jarang terlihat di pasar. Kegiatan seperti ini juga membantu UMKM membangun personal branding. Karena itu, Jemarica terus membuka ruang agar produk lokal semakin dikenal masyarakat.  

“Mari kenalkan kembali tanah liat, warna, permainan, dan kreativitas kepada anak-anak. Jemarica mengajak keluarga menjadikan tradisi sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan,” ucapnya. ***

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar