Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Mabur.coMabur.co
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
©2026 Mabur.co
Budaya

Saat Cerita Rakyat dan Mitologi Diangkat dalam Seni Jatilan Modern di Sitanadi Fest 

Last updated: Oktober 25, 2026 3:00 pm
JH Kusmargana
Published: Oktober 25, 2026
3 Min Read
Group of performers in ornate gold Barong costumes on a stage, with spectators and a bright LED backdrop behind them.
Kelompok Kesenian Mudo Utomo dari Klaten saat tampil di Sitanadi Fest (Foto: JH Kusmargana)
SHARE
0
Flipboard
Google News
1 dari 2 Series - Saat Cerita Rakyat dan Mitologi Diangkat dalam Seni Jatilan Modern di Sitanadi Fest 
Group of performers in ornate gold Barong costumes on a stage, with spectators and a bright LED backdrop behind them.
Saat Cerita Rakyat dan Mitologi Diangkat dalam Seni Jatilan Modern di Sitanadi Fest 
Saat ini
Stage at night with red lighting and a large screen reading 'Sitandi Fest'; dancers in gold and black costumes perform in front of a cheering crowd.
Sitanadi Fest Kaliadem, Hadirkan Seni Jatilan dari Tiga Kelompok Berbeda di DIY dan Jateng

Mabur.co – Meski digelar dengan sentuhan tata panggung modern serta pencahayaan maupun audio visual yang memukau, Sitanadi Fest di Dusun Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta tetap mengangkat kesenian tradisional yang berakar dari tradisi lokal masyarakat.

Tiga Kelompok Kesenian Jatilan

Terdapat tiga kelompok kesenian jatilan asal tiga wilayah berbeda dari DIY dan Jawa Tengah yang ditampilkan. Yakni Kamaratih Candramaya dari Temanggung, Mudo Utomo dari Klaten, serta Turonggo Trustho Wilogo, dari Kaliadem, Cangkringan, Sleman.

Dengan karakter dan ciri khas masing-masing, ketiganya tampil dengan membawakan pertunjukan kesenian jatilan yang berbeda.

Kelompok Mudo Utomo dari Kemalang Klaten misalnya membawakan kesenian jatilan Jaramaya atau Jaranan Ramayana yang mengangkat kisah epos Ramayana. 

Mengenakan atribut kostum Jaran Kepang dengan ciri khas rambut kribo, para penari nampak menceritakan kisah anoman yang berjuang melawan rahwana yang lekat dengan Candi Prambanan.

Lalu ada kelompok Turonggo Trustho Wilogo dari Padukuhan Kaliadem, Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman yang mengangkat cerita rakyat tentang pasukan perang berkuda di wilayah lereng Gunung Merapi.

Dengan ciri khas unsur Warok dan Wiro Yudo kelompok jatilan ini mencoba mengangkat kembali perjuangan laskar pasukan perang Pangeran Diponegoro yang dipimpin seorang bernama Landang dalam melawan penjajah Belanda di kawasan lereng Merapi.

Begitu pula dengan tari kreasi putri Nyai Gadung Melati juga dari Kaliadem. Tarian jatilan ini mencoba mengenalkan kembali mitologi Jawa tentang sosok Nyai Gadung Melati yang diyakini sebagai pemimpin makhluk halus dan penjaga kesuburan alam di sekitar Gunung Merapi.

Ajak Generasi Muda Mengenal Kembali Kesenian Tradisional

Ketua Panitia Sitanadi Fest, Fajar Indra Pangestu, menjelaskan bahwa pementasan sejumlah kesenian tradisional di sekitar lereng Gunung Merapi ini dilakukan untuk mengajak generasi muda mengenal kembali kesenian tradisional yang tumbuh di lingkungan mereka.

Group of dancers in gold and black costumes performing on a lit stage with a cheering crowd watching at night.
Kelompok kesenian Kamaratih Candramaya dari Temanggung saat tampil di Sitanadi Fest (Foto: JH Kusmargana)

Setiap kesenian memiliki ciri khas atau karakter yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal, dibawa dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi lewat berbagai pengembangan bentuk pertunjukan sesuai zaman.

“Lewat Sitanadi Fest ini kita ingin menyampaikan pesan pada generasi muda agar terus melestarikan budaya kesenian jatilan. Sehingga meski zaman terus berubah mereka tetap tidak melupakan akar budaya sendiri,” katanya, Minggu (25/10/2026).

Dukuh Kaliadem, Saryono, menuturkan bahwa kesenian jatilan atau jaran kepang telah dikenal masyarakat lereng Merapi termasuk Kaliadem sejak ratusan tahun silam.

Tradisi tersebut diwariskan secara turun-temurun hingga berkembang menjadi kelompok kesenian jatilan modern seperti sekarang.

Keberadaan kelompok ini menjadi salah satu cara masyarakat menjaga kesenian lokal agar tetap hidup dan dicintai masyarakatnya.

Selain itu pementasan dalam Sitanadi Fest juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter Jatilan Kaliadem kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam festival yang mengusung tema “Melanjutkan Kebudayaan, Mengalirkan Kehidupan” ini, ruang-ruang kreasi dibuka secara lebar agar para pelaku kesenian jatilan khususnya generasi muda dapat menyalurkan ide maupun gagasan mereka demi memajukan warisan budaya leluhur.

TAGGED: CangkringanJaran KepangJatilanKaliademKamaratih CandramayaKepuharjoMudo Utomo KlatenSlemanTuronggo Trustho Wilogo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Avatar photo
JH Kusmargana
PENULIS
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Satmoko Budi Santoso
EDITOR
Pemimpin redaksi mabur.co
Previous Article Stage at night with red lighting and a large screen reading 'Sitandi Fest'; dancers in gold and black costumes perform in front of a cheering crowd. Sitanadi Fest Kaliadem, Hadirkan Seni Jatilan dari Tiga Kelompok Berbeda di DIY dan Jateng
Next Article A woman in black stands in a white gallery, looking at large black-and-white panel art along the wall. Pameran “Di Atas Hitam dan Putih”, Eksplorasi Ruang Mess 56 lewat Bingkai Monokrom Tak Lazim
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Insider Tips and Tricks in Our Newsletter!

Join our community of subscribers who are gaining a competitive edge through the latest trends, innovative strategies, and insider information!
  • Stay up to date with the latest trends and advancements in AI chat technology with our exclusive news and insights
  • Other resources that will help you save time and boost your productivity.

Terkini

Red stencil of a dead animal spray-painted on a pale stone wall (graffiti)
Arkeolog Australia Minta Indonesia Selamatkan Lukisan Gua Prasejarah di Sulawesi, Terancam Rusak Dampak Karhutla 
Oktober 25, 2026
Stage at night with red lighting and a large screen reading 'Sitandi Fest'; dancers in gold and black costumes perform in front of a cheering crowd.
Sitanadi Fest Kaliadem, Hadirkan Seni Jatilan dari Tiga Kelompok Berbeda di DIY dan Jateng
Oktober 25, 2026
300 Penonton dari 59 Negara Tertawa dalam Bahasa yang Berbeda       
Oktober 25, 2026
Poster announcing a Korea–Indonesia traditional collaboration exhibition 'Dua Wajah Satu Jiwa' featuring two masks and dates 26 Okt 2026–31 Jan 2027 at the Museum Nasional Indonesia.
Pameran “Dua Wajah, Satu Jiwa” Menengok Sejarah Topeng Indonesia dan Korea
Oktober 25, 2026
Person standing in a gallery surrounded by hanging posters and wall-mounted photos/posters.
Pameran Arsip “Dulu Kampung Gue, Sekarang Kota Kite”, Selami Perubahan Jakarta dari Masa ke Masa
Oktober 24, 2026
Group of Balinese women in sarongs performing a traditional ceremony under a large yellow umbrella, holding bowls.
“Ladosan Pengunjukan Dalem”, Minuman Suguhan Wajib di Keraton Yogyakarta Sejak Abad ke-18
Oktober 24, 2026

Baca Juga

A woman in black stands in a white gallery, looking at large black-and-white panel art along the wall.
Photography

Pameran “Di Atas Hitam dan Putih”, Eksplorasi Ruang Mess 56 lewat Bingkai Monokrom Tak Lazim

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 25, 2026
5 Min Read
Group of people in white traditional outfits standing in a parade, with a colorful Hari Santri banner in the background.
NasionalRegional

Tumbuhkan Identitas Budaya Nusantara, Kemenag Gagas Gerakan Sehari Bersarung dan Berpeci bagi ASN

JH Kusmargana
Oktober 25, 2026
4 Min Read
Public square with wooden benches around a planter, ornate green lampposts, and white colonial buildings under a blue sky.
LingkunganMasyarakat

Besok Titik Nol Yogyakarta Menolak Lupa, Asap, dan Ketidakadilan

Bustan Basir Maras
Oktober 24, 2026
3 Min Read
Officials and healthcare workers at a vaccination clinic; man in blue vest consults a seated woman in a hijab. Masks are worn by all present.
KesehatanMasyarakatNasional

Viral, Kunjungi Korban Karhutla Menkes Gunakan Selang Oksigen

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 24, 2026
2 Min Read
Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).

Saat Cakrawala Membentang

Media Sosial
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
© 2026 Mabur.co