Viral, Kunjungi Korban Karhutla Menkes Gunakan Selang Oksigen

2 Min Read
Officials and healthcare workers at a vaccination clinic; man in blue vest consults a seated woman in a hijab. Masks are worn by all present.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, bersama Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meninjau layanan kesehatan dan rumah oksigen di kawasan RTH Bundaran Besar Palangka Raya, (Foto: Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Mabur.co – Viral Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menggunakan selang oksigen saat berada di Kalimantan Tengah membuat netizen mengaitkannya dengan korban karhutla.

Unggahan tersebut memicu kritik netizen yang membandingkan Menkes dengan kondisi masyarakat setempat yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kabut asap akibat karhutla.

Dikutip dari akun Instagram @surakartakita, Sabtu (24/10/2026), netizen menyoroti ketika masyarakat Kalimantan Tengah selama berbulan-bulan menghadapi paparan asap, sementara Menkes terlihat menggunakan bantuan oksigen saat berada di wilayah tersebut.

Kualitas Udara Buruk, Tetap Cari nafkah

Netizen juga berkomentar mengenai kondisi masyarakat yang harus tetap bekerja, bersekolah, dan mencari nafkah meski kualitas udara memburuk akibat karhutla.

“Belum 24 jam Bapak sudah duduk di kursi sambil menghirup  oksigen. Bayangkan kami yang menghirup selama 4 bulan. Bukan kuat, tetapi dipaksa kuat,” komentar salah satu warganet.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Tolong sekali lagi dipastikan jangan ke luar rumah kalau tidak perlu terutama kaum rentan seperti balita, ibu hamil atau orang tua, itu sebaiknya stay di rumah,” katanya dilansir Antaranews, Sabtu (24/10/2026).

Pastikan Ketersediaan Dukungan Medis Optimal

Menkes ingin memastikan kesiapan fasilitas serta ketersediaan dukungan medis benar-benar optimal bagi masyarakat terdampak asap karhutla.

Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker KN95 untuk mengurangi paparan partikel.

Menteri Kesehatan menyampaikan pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan medis untuk mendukung penanganan dampak karhutla, di antaranya 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah, terutama untuk wilayah dengan tingkat polusi tinggi. 

Kemudian bantuan juga mencakup 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 tabung oksigen, 37 unit air purifier, 270 botol multivitamin sirup, 800 strip multivitamin tablet, serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak karhutla. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar