Mabur.co – Kakak KGPAA Mangkunegara X, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura resmi menikah dengan bos Rosalia Indah KPH, FX Adimas Rosdian Jumat (06/11/2026) hari ini.
Keduanya melakukan pernikahan secara Katolik dengan prosesi sakramen perkawinan dilangsungkan di Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan Solo, Jawa Tengah.
Gereja Santo Antonius Padua Purbayan dipilih sebagai tempat mengikat janji suci bukan tanpa alasan. Selain memiliki desain arsitektur yang indah gereja ini juga merupakan gereja Katolik tertua dan bersejarah di Kota Solo.
Dilansir laman resmi Paroki St. Antonius Padua Purbayan, gereja yang berada di Jalan Arifin, kawasan Pasar Kliwon, ini menyimpan jejak awal perkembangan umat Katolik di Surakarta. Sejarahnya bahkan bermula jauh sebelum gedung gereja berdiri.
Catatan Paroki Purbayan menyebut umat Katolik telah ada di Solo sejak awal abad ke-19. Pada 14 November 1812, Anna Catharina Weynschenk tercatat sebagai salah satu orang pertama yang dibaptis di Surakarta.
Seiring bertambahnya umat, Romo Cornelius Stiphout, SJ, dari Ambarawa mulai merintis pembangunan gereja pada 29 Oktober 1905. Perayaan Ekaristi pertama dilaksanakan pada 22 Desember 1907 di sebuah bangunan yang juga difungsikan sebagai pastoran atau tempat tinggal pastor.
Setelah melalui proses pembangunan, Gereja Santo Antonius dari Padua Purbayan diberkati pada 14 November 1916. Romo Stiphout kemudian diangkat sebagai pastor paroki pertama di Surakarta pada 1918. Sejak itulah gereja ini menjadi pusat pelayanan umat Katolik di Solo.
Arsitektur bergaya Eropa
Selain menyimpan sejarah panjang penyebaran umat Kstolik di Solo, Gereja Purbayan juga memiliki gaya arsitektur yang khas. Hal itu tak lepas karena bentuk bangunannya yang mencerminkan pengaruh arsitektur Eropa pada masa kolonial Belanda.
Perpaduan sejumlah gaya pada bagian gereja, seperti Art Nouveau, Art Deco, Art and Craft, hingga unsur arsitektur klasik Eropa membuat Gereja Purbayan memiliki karakter arsitektur yang tidak dimiliki gereja pada umumnya.
Penelitian Dwiki Yudhistira Ryadi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mmenyebut ciri paling menonjol dari bentuk bangunan gereja ini adalah unsur gaya Neo-Gotik. Ciri tersebut dapat terlihat dari sejumlah ornamen dinding dan pilar Gereja dengan detail yang relatif sederhana dibandingkan bangunan Gotik klasik pada umumnya.
Sejak awal berdiri, kegiatan Gereja Purbayan tidak hanya berfokus pada ibadah. Paroki ini turut merintis pendidikan dengan membuka sejumlah sekolah, antara lain HIS Sosronegaran, SD Kanisius Jayengan, SDK Pucangsawit, dan SDK Purwaprajan.
Perjalanan gereja juga melewati masa pendudukan Jepang. Ketika sejumlah gereja mengalami penjarahan dan para pastor ditawan, Gereja Purbayan berhasil bertahan. Setelah Indonesia merdeka, kegiatan pelayanan kembali berkembang.
Salah satu catatan sejarah juga menyebut Gereja ini permah menjadi lokasi pembaptisan pahlawan nasional asal Surakarta, yakni Slamet Riyadi, pada 24 Desember 1949. Ia menerima nama baptis Ignatius.
Kini, Gereja Santo Antonius Purbayan tetap menjadi pusat kegiatan umat Katolik di Solo. Lebih dari sekadar tempat ibadah, bangunan ini menjadi saksi perjalanan komunitas Katolik sekaligus bagian dari sejarah perkembangan kota Surakarta.
