Mabur.co– Tradisi Islam di Jawa selalu punya keterkaitan dengan sejarah panjang perjalanan para wali di tanah Jawa.
Tradisi itu tersebar di beberapa wilayah di Jawa dan mengakar sangat kuat.
Saking kuatnya akar tradisi dari para wali yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat tradisi itu terus dijaga keberlangsungannya secara turun temurun hingga saat ini.
Takmir Masjid Syabiilurosyaad, Haryadi menuturkan, tradisi tersebut salah satu warisan tradisi Islam dari wali yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Tepatnya ada di Masjid Sabiilurrosyaad, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta.
“Tradisi yang sampai saat ini masih dijaga sejak abad ke-16 adalah berbuka puasa dengan takjil bubur sayur lodeh. Tradisi berbuka dengan bubur lodeh dimulai sejak hari pertama bulan Ramadan. Pada hari biasa panitia Masjid Sabiilurosyaad menyediakan sekitar 100 hingga 200 porsi. Warga yang datang untuk berbuka biasanya hanya warga yang berasal dari Dusun Kauman sendiri,” ucapnya, Sabtu (21/2/2026).

meracik bubur lodeh di serambi masjid menjelang waktu berbuka (Foto: Setiaky.A.Kusuma)
Haryadi mengatakan, jumlah porsi takjil bubur lodeh akan meningkat pesat saat hari Jumat karena jemaah yang hadir untuk berbuka biasanya datang tidak hanya dari sekitaran Dusun Kauman, Desa/Kalurahan Wijirejo saja, melainkan dari luar area Desa Wijirejo juga.
“Jumlah porsi pada hari Jumat mencapai antara 400 hingga 500 porsi untuk jemaah yang hadir untuk berbuka,” katanya. ***



